Waspadai Wahana-Wahana Tempat Swafoto Berbahaya


FOTOGRAFER Daniel Lau menggunakan 'tongkat selfie' untuk merekam dirinya di ujung gedung pencakar langit di Hong Kong.*
YOUTUBE/PRLM
FOTOGRAFER Daniel Lau menggunakan 'tongkat selfie' untuk merekam dirinya di ujung gedung pencakar langit di Hong Kong.*

KUNINGAN, (PR).- Sejumlah objek wisata alam di Kabupaten Kuningan kini banyak yang diwarnai berbagai wahana tempat pengunjung berswafoto (selfie). Sayangnya sebagian tempat untuk berswafoto ini terkesan dibuat asal menarik tanpa memperhatikan risiko kecelakaan para penggunanya. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aktivitas Anak Rimba (LSM Akar) Kuningan Maman Supriatman, melontarkan hal itu dalam acara pertemuan para pihak terkait penanggulangan bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daereah Kabupaten Kuningan di Rumah Makan Bubulak, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Kamis 14 September 2017 sore.

Tempat-tempat swafoto berpotensi bahaya bagi para penggunanya itu, ungkap Meziq, demikian panggilan akrab Ketua LSM tersebut. Tempat tersebut antara lain berupa jembatan dan panggung menjorok di atas tebing curam, dan tempat swafoto aksi menggelantung di ketinggian pohon atau di atas jurang. “Tempat-tempat selfie di objek wisata seperti itu kebanyakan tidak dilengkapi pengaman. Misalnya tanpa pagar pengaman, di bawahnya tidak dipasangi jaring penjaga keselamatan seandainya ada orang terjatuh dari tempat-tempat selfie tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, melalui pertemuan itu Meziq, mengharapkan segera ada pihak berwenang terkait mengecek dan mengingatkan para pengelola objek wisata bersangkutan. Ingatkan mereka supaya tempat-tempat selfie yang berpotensi bahaya, segera dilengkapi pengaman.

“Sebaiknya konstruksi dan kelengkapan pengamannya pun harus dibuat teruji secara teknis memenuhi standar keamanan bagi para penggunanya,” ujar Meziq.

Kumpulkan pengelola wisata

Menanggapi itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menyarankan untuk mengumpulkan  pengelola  objek wisata bersangkutan. Saran tersebut disampaikan kepada Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Kuningan, Nana Juhana. “Coba segera saja undang pihak pengelola objek-objek wisatanya. Kita berikan arahan supaya setiap potensi membahayakan pengunjung di objek-objek wisata mereka segera diantisipasi. Jangan sampai upaya-upaya antisipasi bahaya atau baru dilakukan setelah ada kejadian,” kata Agus Mauludin.

Agus Mauludin, juga menyatakan BPBD Kuningan siap mengadakan pelatihan keterampilan kepada para pengelola objak wisata. Khususnya dalam hal menjaga keselamatan dan memberikan pertolongan terhadap  orang yang mengalami kecelakan di objek wisata. Termasuk memberikan berbagai pemahaman dan langkah-langkah penanggulangan bencana yang memungkinkan terjadi di objek wisata.

Sementara itu, pertemuan para pihak diselenggarakan BPBD Kabupaten Kuningan di rumah makan Bubulak, Kamis 14 September 2017 sore. Pertemuan diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Acara itu dihadiri pula perwakilan pengelola sejumlah objek wisata alam dala kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kemudian, perwakilan dari sejumlah komunitas pencinta alam dan penggiat lingkungan. Mereka  sering aktif bergabung dalam kegiatan penanggulangan bencana di Kabupaten Kuningan. Selain itu, turut hadir juga mengikuti diskusi itu Kepala Kantor SAR Bandung, Riyadi dan Kepala Pos SAR Cirebon, Nono Warsono dari Badan SAR Nasional.***

Baca Juga

Ridwan Kamil di Kuningan1.jpg

Ridwan Kamil Sebut Sudah Kantongi 12 Kursi Dukungan Parpol

KUNINGAN, (PR).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengklaim sudah mengantongi 12 kursi dukungan partai politik untuk mencalonkan dirinya sebagai calon Gubenur Jawa Barat dalam Pemilu Kepala Daerah tahun 2018.