Sungai Citanduy yang Menjadi Sumber Irigasi Sawah dan PDAM Surut Tajam

Debit tinggi muka air Sungai Citanduy di sekitar bendung Dobo pataruman, kecamatan pataruman, Kota Banjar terlihat surut, Kamis 14 September 2017. Saat ini tinggi muka air sungai yang hanya 0,2 meter, dengan debit 0,22 meter kubik perdetik. Selain menjadi mengairi puluhan ribu persawahan di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis hingga Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, juga sumber air bagi PDAM .

BANJAR,(PR).- Debit air Sungai Citanduy mengalami penyusutan yang sangat cepat. Bahkan permukaan air sungai yang menjadi andalan pengairan bagi puluhan ribu hektare persawahan di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah sejak awal bulan September terus menurun. 

Pantauan di Bendung Dobo Pataruman, Kota Banjar, Kamis 14 September 2017 beberapa titik dasar sungai sudah tampak dan kering kerontang. Terlebih di bagian bawah bendungan kondisinya terlihat lebih surut, sehingga hamparan dasar sungai yang kering lebih luas. 

Sementara itu pintu air yang menyalurkan air ke saluran irigasi Lakbok Utara tetap dibuka, sedangkan yang mengarah ke sungai, hanya dibuka sebagian. Pada bagian pengukur ketinggian air  baik yang terdapat pada tubuh bendung maupun di bawah Jembatan Soetami (tidak jauh dari Bendung Dobo), juga sudah jauh di atas permukaan air sungai. 

"Penyusutan debit maupun permukaan air Sungai Citanduy termasuk sangat tinggi. Sejak awal Bulan September hingga saat ini penurunanya juga lebih cepat," ungkap Bidang Hidrologi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Nita, Kamis 14 September 2017.

Dia mengungkapkan berdasar pengukuran Rabu 13 September 2017 siang, debit air Sungai Citanduy di Bendung Dobo tinggal 0,22 meter kubik per detik, sedangkan tinggi muka air 0,2 meter. Pada awal Bulan September tinggi muka air berkisar 1 - 2 meter. 

"Apabila tidak ada hujan, otomatis debit akan semakin mengecil. Apalagi sampai saat ini bagian huku Sungai Citanduy juga tidak ada hujan," ujarnya. 

Musim tanam

Nita menambahkan berdasar data, dalam kondisi normal debit terendah di tempat tersebut  mencapai 7,32 meter kubik per detik, sedangkan di daerah hulu 4,32 meter kubik per detik. Sedangkan di bendung lain Sungai Citanduy, kondisinya juga berbeda. 

Dia mengungkapkan saat ini belum memasuki musim tanam, sehingga kebutuhan air untuk irigasi tidak banyak. Selain menjadi andalan pengairan untuk persawahan, air Sungai Citanduy juga sumber air bagi PDAM baik di wilayah Ciamis maupun Kota Banjar.

Saluran Irigasi Lakbok Utara untuk mengairi persawahan seluas 6.219 hektare. bendung menganti dengan debit rata-rata 74,25 meter kubik perdetik mengairi persawahan di wilayah Lakbok selatan seluas 4.616 hektare, Kecamatan Sidareja, Kabuaten Cilacap  seluas 9.614 hekatre dan Cihaur seluas 11.923 hektare. 

"Beruntung saat ini belum memasuki musim tanam, sehingga kebutuhan air tidak banyak. Apabila saat musim tanam, maka dapat dkatakan krisis air. Berdasar prakiraan, hujan mulai turun pada Bulan Oktober tau November," ungkap Nita.***

Baca Juga

Ciamis Jadi Percontohan Sekolah Gunung BNPB

CIAMIS,(PR).- Tatar galuh Ciamis menjadi salah satu dari delapan proyek percontohan Sekolah Gunung Indonesia, Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB).