Sistem Satu Arah di Depok: Lalu Lintas Lancar Justru Dikeluhkan Pedagang

sistem satu arah depok.jpg
Lancar jaya/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PENGENDARA melintasi Jalan Dewi Sartika, Kota Depok, Kamis 14 September 2017. Meskipun mengurangi kemacetan, uji coba sistem satu arah di tiga ruas jalan Depok membuat pedagang terancam gulung tikar.

DEPOK, (PR).- Polemik uji coba sistem satu arah di tiga ruas jalan Kota Depok terus berlanjut. Para pedagang meminta Pemerintah Kota Depok mencarikan solusi karena turunnya penghasilan mereka selepas rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan.

Uji coba  sistem satu arah di tiga ruas jalan yakni Dewi Sartika, Arif Rahman Hakim, dan Nusantara menimbulkan dilema. Kendati kemacetan di beberapa ruas jalan cukup menurun, pedagang justru terdampak kebijakan itu. Pasalnya, tiga ruas jalan tersebut terbilang ramai dan menjadi pusat pertokoan dan pasar di Depok.

Deretan pertokoan memanjang di Jalan Arif Rahman Hakim. Jalan tersebut juga menjadi akses menuju Pasar Kemirimuka. Pasar lain berdiri pula di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika. Di Jalan Nusantara, berdiri Pasar Depok Jaya yang menampung banyak pedagang. Demikian juga Jalan Dewi Sartika. Di sana,  lapak pedagang pasar dan toko merupakan denyut ekonomi warga sekitar.

"Sepi (buat) orang dagang," kata Uus, pedagang asongan saat ditemui Pikiran Rakyat di kawasan Dewi Sartika, Kamis 14 September 2017.

Para pengguna jalan, tuturnya, malas berhenti untuk berbelanja karena jalan yang cukup lancar. Kemacetan, menurut Uus, hanya terjadi pada sore hari. Tak pelak, omset pedagang turun drastis.

Indikasi tersebut, lanjutnya, terlihat dari cepatnya pedagang menutup lapak atau tokonya. Normalnya, pedagang tutup lapak pada sekitar pukul 16.00 dan 17.00 WIB. Kini, kata Uus, sebagian pedagang sudah pulang dari pasar sejak pukul 14.00 WIB.

Beberapa pedagang kecil yang berkeliling memikul barang jualan mulai jarang terlihat setelah berlangsungnya uji coba sistem satu arah. "Enggak tahu kemana," ucap Uus. Dia berharap, Pemkot memperhatikan kondisi itu. Bila dibiarkan tanpa solusi, para pedagang terancam gulung tikar.

Pedagang di Jalan Nusantara turut mengeluhkan penurunan penghasilan. "Pembelinya makin sepi soalnya satu arah, (pembeli) enggak berhenti," ucap Enuh, pedagang buah-buahan yang mangkal di samping Pasar Depok Jaya.

Para pembeli, kata Enuh, kebingungan karena harus memutar ketika mengarah ke Nusantara. Akibatnya,mereka malas  berbelanja di tempat tersebut. Saat Nusantara masih dua arah, Enuh mengaku memperoleh penghasilan Rp 1,5 juta perhari. Kini, penghasilan melorot hanya Rp 900 ribu hingga 400 ribu setiap hari. Dia menginginkan, Nusantara yang menjadi salah satu akses penghubung Margonda-Sawangan itu kembali menjadi dua arah.

Masih adaptasi

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok Yusmanto menilai, penurunan penghasilan disebabkan oleh perubahan pola gerak masyarakat. Masyarakat masih beradaptasi dengan uji coba rekayasa jalan tersebut.

"Ini kan sedang berpola, masih dalam proses perbaikan-perbaikan," tutur Yusmanto saat dihubungi.

Menurut Yusmanto, lancarnya arus kendaraan justru berdampak positif bagi perekonomian. "Transportasi adalah urat nadi perekonomian," ujarnya.

Dia menambahkan, Dishub juga mengupayakan agar hambatan kendaraan untuk menepi ke tempat usaha warga dihilangkan. Yusmanto mencontohkan adanya separator jalan yang membelah ruas Dewi Sartika dan Arif Rahman Hakim. 

Rencananya, separator bakal dibongkar agar para pengguna jalan bisa menepi atau parkir di deretan toko atau lapak pedagang di sebelah kanan atau kiri. Yusmanto menegaskan, Dishub tak menginginkan uji coba sistem satu arah malah melumpuhkan para pelaku usaha. Untuk itu, perbaikan terus dilakukan agar berkurangnya kemacetan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat.***

Baca Juga

Sepeda Kayu, Simbol Penyelamatan Bumi

MATAHARI telah merangkak naik di Jalan Nangka Raya, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat, 24 November 2017. Lalu lalang kendaraan masih terbilang sepi kendati pagi segera berganti siang.

Pencuri Sepeda Motor Tewas Baku Tembak dengan Polisi

DEPOK, (PR).- Baku tembak antara pelaku pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Swadaya 1, RT 3 RW 11, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin, 30 Oktober 2017.