Indeks Demokrasi Jabar Memburuk

Ilustrasi/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Jabar pada 2016 sebesar 66,82 (skala 0-100). Angka itu lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, lebih rendah dibandingkan catatan pada 2015. IDI tahun 2016 menempatkan Jabar di posisi ketujuh terendah.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di suatu wilayah. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi. Ketiga aspek tersebut adalah kebebasan sipil (civil liberty), hak politik (political rights), dan lembaga-lembaga demokrasi (institution of democracy).

Metodologi penghitungan IDI menggunakan empat sumber, yakni review surat kabar lokal, review dokumen, focus group discussion, dan wawancara mendalam.

"IDI Jabar 2016 mencapai 66,82. Angka ini turun dibandingkan 2015 yang capaiannya sebesar 73,04. Meski mengalami perubahan IDI Jabar masih termasuk dalam kategori sedang," katanya saat Pers Rilis di Bandung, Kamis, 14 September 2017.

Empat aspek

Untuk capaian indeks demokrasi Jabar tahun 2016 nilai aspek kebebasan sipil sebesar 73,37; aspek hak politik sebesar 72,34; dan aspek lembaga demokrasi sebesar 49,79.  Ketiga aspek tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2015.

Tercatat aspek kebebasan sipil berada di posisi pertama dari segi indeks antar aspek. Sementara aspek hak politik menjadi aspek dengan penurunan nilai terbesar, dan aspek Lembaga Demokrasi menjadi aspek dengan nilai terendah.

"Angka tahun 2016 kembali ke posisi tahun 2011 dan 2013. Hal serupa juga terjadi di tingkat nasional yang menunjukkan adanya kondisi secara umum," ujarnya.***

Baca Juga

Kemis Welas Asih, Pelajar Purwakarta Bagikan Beras

PARA pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Purwakarta serempak membawa satu gelas beras dari rumah. Beras tersebut diserahkan kepada pelajar dan warga di sekitar sekolah yang membutuhkan.