Guru Madrasah Pertanyakan Pencairan Tunjangan Profesi Guru

Kemenag/DOK PR

SUMEDANG, (PR).-Sejumlah guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang, kembali mempertanyakan uang Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang hingga kini tak kunjung cair.

Padahal, pemerintah pusat dan DPR RI sekira dua bulan lalu sudah mengesahkan anggaran untuk membayar utang TPG para guru madrasah serta  Pendidikan Agama Islam (PAI) sebesar Rp 4,63 triliun.  

Anggaran tersebut, sudah dialokasikan dalam APBN Perubahan tahun 2017.  Anggaran itu untuk melunasi utang pembayaran TPG tahun 2013 sampai 2015 dan inpasing (penyesuaian non PNS) tahun 2017.

“Saya dapat informasi, beberapa bulan lalu pemerintah pusat termasuk DPR RI sudah mencairkan anggaran untuk melunasi utang TPG para guru madrasah.  Akan tetapi, sampai hari ini kami belum menerima uang TPG sepeser pun. Saya heran, kenapa dari pusatnya sudah cair, tapi ke daerahnya belum,” ujar Ayi Miharja (57) guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kaliwangi, Desa Cigentur, Kecamatan Tanjungkerta kepada Pikiran Rakyat di Sumedang, Kamis 15 September 2017.

Menurut dia, para guru madrasah di daerah, terutama di pelosok perkampungan, dari dulu sangat membutuhkan dan begitu mengharapkan uang Tunjangan Profesi Guru itu segera cair. Selain untuk membiayai operasional mengajar di madrasah, juga untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya.

“Kalau dulu, memang dari pusatnya belum ada  tanda-tanda uang TPG akan dicairkan. Oleh karena itu, kami terus mendesak agar uang TPG secepatnya dianggarkan. Bahkan harapan sebelumnya, uang TPG bisa diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri. Nyatanya, tidak cair juga. Nah sekarang, anggaran dari pusatnya jelas-jelas sudah ada, tapi kenapa sampai dua bulan ini kami belum menerima sepeser pun uang TPG tersebut,” kata Ayi.

Tunjangan Profesi Guru baru disahkan

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sumedang, Ejen Fauzan mengatakan, anggaran dari pemerintah pusat untuk membayar utang TPG para guru madrasah, hingga kini belum dicairkan. Proses pemberian uang tersebut baru sampai pada pengesahan dan persetujuan DPR RI.

Namun demikian, pengesahan anggaran TPG sudah ditindaklanjuti oleh Kanwil Kemenag Jabar dengan melakukan pendataan. Hal itu, untuk mengetahui besaran tunggakan TPG se-Jawa Barat.

“Untuk pendataan tersebut, semua kantor Kemenag kabupaten/kota se-Jabar, dikumpulkan di kantor Kanwil Kemenag Jabar, Senin 11 September 2017 lalu. Saat itu, dibahas sekaligus didata besaran tunggakan TPG se-Jabar dari masing-masing kabupaten/kota,” katanya didampingi Humas Kemenag Kab. Sumedang Hasan Bisri. .

Dari hasil pendataan, kata dia, besaran tunggakan uang TPG di Jabar mencapai  Rp 1,2 triliun. Khusus untuk kabupaten Sumedang, tunggakannya sebesar Rp 14,574 miliar. Dari hasil pendataan tersebut, Kanwil Kemenag Jabar langsung mengajukannya kepada pemerintah pusat dan Badan Anggaran DPR RI untuk pencairan.  

“Jadi sampai sekarang,  prosesnya baru mengajukan data tunggakan TPG untuk dilakukan pembayaran oleh pemerintah pusat. Kami sebagai pelaksana di daerah, hanya sebatas mengajukan dan menunggu pencairan dari pusat. Namun, kami tidak tahu kapan pencairannya. Sebab, itu kewenangan pemerintah pusat.,” tutur Ejen.   

Lebih jauh ia menyebutkan, tunggakan TPG di Kabupaten Sumedang Rp 14,574 miliar itu merupakan tunggakan dari tahun 2015 sampai 2017. Utang TPG sebesar itu, untuk guru madrasah reguler non inpasing sekitar 400 orang dan inpasing  396 orang.  Meski Kemenag Kabupaten Sumedang  belum tahu kapan pencairannya,  informasi dari pusat ditargetkan semua utang-utang TPG akan diselesaikan  tahun ini.

“Kami tidak neko-neko dan tidak ada yang disembunyikan. Kalau anggaran dari pusatnya sudah dicairkan ke daerah, pasti akan langsung dibayarkan kepada para guru madrasah. Seandainya ada guru madrasah yang ingin mendapat penjelasan tentang TPG, silakan datang dan tanyakan langsung kepada kami. Kami terbuka tentang informasi dan akan menjelaskan apa adanya,” kata Ejen.***

Baca Juga

toren BPBD sumedang krisis air.JPG

Pemkab Sumedang Tetapkan Siaga Bencana Kekeringan

SUMEDANG, (PR).-Meski belum ada laporan masyarakat yang mengalami krisis air bersih imbas kemarau saat ini, Pemkab Sumedang sudah menetapkan status siaga bencana kekeringan.

detektif intel intelijen.jpg

Mengaku Intel Kodam, AR Ditangkap Intel Asli

SUMEDANG, (PR).- Mengaku personel intelijen Kodam III/Siliwangi, AR warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, diamankan anggota TNI di ruang tunggu kantor Sekretaris Dae

Sumedang Siap Gelar FKN, Jika Cisumdawu Beroperasi

SUMEDANG, (PR).-Kabupaten Sumedang bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan FKN (Festival Keraton Nusantara),  apabila projek pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sudah kelar dan dioperasionalkan.