Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama: Dedi Mulyadi Tidak Musyrik

Berbincang/DOK DISKOMINFO PURWAKARTA
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta Kiai Ahmad Syafi’i Mufid dalam pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Aula Bappeda Purwakarta pada Selasa, 12 September 2017.*

PURWAKARTA, (PR).- Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama DKI Jakarta Kiai Ahmad Syafi’i Mufid mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang memasukan program pendalaman kitab kuning ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah umum di daerah tersebut.

Menurut dia, program pendalaman kitab kuning merupakan langkah besar dalam penguatan ilmu pengetahuan Agama. Apalagi terobosan luar biasa sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan menerapkan kebijakan ini di sekolah umum. Karena biasanya, kitab kuning hanya diajarkan di pesantren.

"Ini langkah strategis dan tepat. Ada sinergi antara pola pendidikan di sekolah umum dengan pola pendidikan pesantren. Sangat aplikatif sekali," kata Kiai Ahmad pada Rabu, 13 September 2017.

Ahmad pun mengeluhkan pola pengajaran Agama di sekolah umum yang sampai hari ini masih terkesan general dan tidak spesifik. Namun berkat hadirnya kitab kuning dalam kurikulum, ia meyakini transfer keilmuan tradisi keislaman dapat segera difahami oleh para pelajar muslim.

"Sekolah terpadu semacam ini ada, tetapi biasanya dikelola oleh swasta. Ini ‘value’ nya dimasukan ke dalam kurikulum sehingga terintegrasi, saya kira memudahkan transfer keilmuan kepada pelajar," katanya.

Dedi Mulyadi musyrik

Pertemuan ini ternyata digunakan oleh FKUB Provinsi DKI Jakarta untuk ber-tabayyun dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Terutama tentang sosoknya yang oleh sebagian kalangan dianggap menyimpang dan jauh dari ajaran Islam.

Informasi tentang ini diakui oleh Kiai Ahmad dia peroleh dari sosial media. Bahkan, beberapa informasi menyebut secara gamblang bahwa pria yang sudah dua periode memimpin Purwakarta tersebut termasuk ke dalam golongan kaum musyrik.

"Awalnya saya kira menyeramkan, ternyata tidak, pas ketemu, kita gali pemikirannya, kita gali programnya dalam kebijakan yang beliau lakukan ternyata beliau ini luar biasa. Saya pastikan Dedi Mulyadi sama sekali tidak musyrik," ujarnya.

Beberapa isu terkait ditanyakan pada Dedi Mulyadi. Seperti kereta kencana, pohon yang dibalut dengan kain hitam putih dan pembangunan aneka patung wayang.

"Semuanya kami tanyakan, kita tabayyun, tidak boleh langsung menghakimi, pohon dibalut kain itu agar tidak dipaku oleh para pemasang gambar. Lalu kereta kencana kan malah sering dipinjam oleh Istana Negara. Sementara soal patung juga itu bentuk karya seni," ucapnya.***

Baca Juga

Habib Luthfi Terkesan dengan Budaya Purwakarta

PURWAKARTA, (PR).- Ra'is Am Jamiyah Ahlu Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdiyah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, merasa  senang dan bahagia bisa berkunjung ke Kabupaten Purwakarta.

Dedi Mulyadi

Gibas Diminta Buka Padepokan Silat

PURWAKARTA, (PR).- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta LSM Gibas membuka padepokan-padepokan silat. Hal ini dilakukan agar Gibas bisa lebih positif di mata masyarakat, selain itu Gibas pun diminta bahu membahu dengan masyarakat.