Garut Mulai Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi/ANTARA

GARUT, (PR).- Warga di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Air bersih sulit didapatkan akibat musim kemarau yang melanda selama dua bulan terakhir.

"Ada 16 kampung yang memerlukan air bersih," kata Kepala Desa Kertajaya, Cecep Kurniansah kepada wartawan di Garut, Rabu, 13 September 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menuturkan, musim kemarau yang sudah berlangsung hampir dua bulan telah menyebabkan sumber air termasuk areal pertanian di Desa Kertajaya kering. Kondisi kekeringan, kata dia, melanda 16 kampung di antaranya Kampung Babakan Panjang, Kampung BaKondang, dan Kampung Kondang Sari.

"Memang (kekeringan) terjadi di hampir semua kampung," katanya.

Memanfaatkan lumbung di sawah

Ia menyampaikan, selama musim kemarau warga kesulitan untuk kebutuhan memasak dan minum, termasuk untuk mencuci pakaian dan mandi. Sebagian warga, kata dia, ada yang memanfaatkan lumbung air yang berada di tengah sawah untuk memenuhi kebutuhan airnya.

"Warga memanfaatkan lumbung air yang berada di tengah-tengah sawah," katanya.

Sementara itu, daerah utara Kabupaten Garut termasuk Kecamatan Cibatu merupakan kawasan rawan kekeringan pada musim kemarau.

Pemerintah daerah belum dikabarkan melakukan upaya mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air warga pada musim kemarau.***

Baca Juga

Badai, Wisata Gunung Galunggung Ditutup

TASIKMALAYA, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menutup objek wisata Gunung Galunggung untuk menghindari ancaman bahaya angin kencang terhadap pengunjung.

Parkir Nontunai Akan Diterapkan di 3 Lokasi di Garut

GARUT, (PR).- Pemerintah Kabupaten Garut akan coba menerapkan pembayaran parkir nontunai mulai tahun depan. Langkah itu diambil untuk mengurangi kebocoran retribusi parkir yang selama ini diduga kerap terjadi.