Cirebon Sangat Berpeluang Menjadi Ibu Kota Negara

Keraton Kasepuhan Cirebon/ANI NUNUNG/PR

CIREBON,  (PR). - Wilayah Cirebon sangat berpeluang menjadi ibu kota negara, dari 12 wilayah yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota Negara. Sejumlah keunggulan Cirebon yang tidak dimiliki daerah lain, menjadi dasar pertimbangan besarnya peluang tersebut.

Selain lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah, dekat dari Jakarta,  lengkapnya infrastuktur dan moda transportasi serta daya dukung lingkungan yang besar,  seharusnya bisa menjadikan wilayah Cirebon layak menjadi ibukota negara.

Hal tersebut disampaikan konsultan pemerintahan dan pembangunan yang juga Direktur Maliya Syahid, Suhada saat rapat kegiatan pengembangan potensi unggulan daerah tahun 2017, dalam rangka sinkronisasi pemetaan peluang investasi di Kota Cirebon yang bertempat di Hotel Dewanti, Rabu, 13 September 2017.

Rapat sinkronisasi yang dipimpin Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Yoyon Indrayana, mengundang juga General Manager PT Pelindo II Solihin dan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Imas Masriah.  

Baik Pelindo maupun PPN Kejawanan juga memiliki program untuk mengembangkan wisata di kedua otoritas wilayah tersebut.

Menurut Suhada, informasi yang didapat dari tim internal kepresidenan,  wilayah Cirebon menjadi salah satu dari 12 wilayah yang digadang-gadang menjadi ibu kota negara.

“Saat ini yang santer kan Pontianak.  Namun kalau Pontianak, rasanya terlalu berat,  karena infrastruktur juga belum siap, “ katanya.

Realisasi tergantung daerah

Meski yakin dengan segala potensi yang dimiliki wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon,  Kabupaten Kuningan,  Indramayu dan Majalengka, namun soal realisasinya tetap masing-masing daerah yang menentukan.

“Soal nanti wilayah mana yang terpilih,  ini cepat-cepatan,  karena ini menyangkut kesiapan daerah, anggaran yang tidak terlalu membebani pemerintah pusat, komunikasi yang intens tim daerah dengan tim kepresidenan serta kemudahan kepindahan,  menjadi sejumlah pertimbangan. Karena pemerintah juga kan harus rasional,“ paparnya.

Sebenarnya, kata Suhada,  kalau Cirebon terpilih menjadi ibukota negara yang baru,  dengan dekatnya jarak dan cepatnya waktu tempuh serta lengkapnya moda transportasi, pemindahan ibu kota bisa dilakukan secara bertahap.

“Atau bisa saja,  karena jarak Jakarta-Cirebon dekat dan cepat, tidak semua kantor pusat harus pindah ke Cirebon, bisa saja hanya sebagian saja, “ katanya.***

Baca Juga

Ratusan Ribu Naskah Kuno Nusantara Dikuasai Asing

CIREBON, (PR).- Terdapat ratusan ribu naskah kuno dari seluruh wilayah nusantara ternyata dikuasai pihak asing. Tidak hanya dikuasai secara lembaga, namun juga perseorangan.

Calon Independen Harus Kantongi 23.378 Suara

CIREBON, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Kota Cirebon menetapkan jumlah minimal dukungan suara sebagai syarat pencalonan dari jalur perseorangan dan ayarat pencalonan dari partai politik atau gabungan partai  politik.