2.659 Keluarga di Bekasi Terdampak Kekeringan

kekeringan bekasi
Bantuan air/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi bergantian mengisi air bersih pada penampungan, Rabu 13 September 2017. Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumur serta mata air yang biasa digunakan warga mengering. Tiga desa di Kecamatan Cibarusah dinyatakan menjadi daerah yang mengalami kekeringan terparah.*

CIKARANG, (PR).- Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumur serta mata air yang biasa digunakan warga mengering. Tiga desa di Kecamatan Cibarusah dinyatakan menjadi daerah yang mengalami kekeringan terparah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, ketiga desa tersebut yakni Sirnajati, Ridomanah dan Ridogalih dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.659 keluarga. Akibat kemarau berkepanjangan, ribuan warga kesulitan mengakses air bersih. Sumur di dekat rumah mereka kering, bergitupun dengan  mata air lainnya.

“Ini sudah lebih dari dua bulan seperti ini. Air sumur juga susah, kering,” kata Tini (30), warga Kampung Putat Desa Ridogalih.

Pengeboran ulang beberapa kali dilakukan Tini beserta warga lainnya untuk menemukan mata air baru, namun upayanya belum menemukan hasil. Bahkan mesin pompa jet yang tersedia di setiap RT tidak banyak membantu.

Alhasil, warga menggunakan air galon mentah untuk minum dan memasak. Sedangkan untuk mencuci, mereka terpaksa menggunakan air kolam. “Air memang tidak layak, tapi mau bagaimana lagi. Cuma untuk minum dan masak kami pakai air galon mentah yang dijual Rp 2.000 per galon. Tapi kalau air galon isi ulang yang matang, harganya lebih mahal lagi,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Jojo (43), warga lainnya. Menurut dia, selain membeli air galon mentah, warga memanfaatkan bantuan air bersih yang dipasok Pemerintah Kabupaten Bekasi. Hanya saja, pasokan tidak datang setiap hari, karena harus bergilir dengan daerah lain.

“Ada bantuan air bersih, sampai ke sini. Tapi, ya cuma dapat air terus dipakai masak, mandi, sehari habis. Besoknya ya harus beli lagi karena enggak tiap hari air datang,” kata dia. Jojo menambahkan, seharusnya solusi dari pemerintah tidak sebatas pasokan air bersih namun membangun saluran air permanen. Soalnya, kekeringan terjadi hampir setiap tahun.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kekeringan rupanya telah berlangsung selama tiga bulan. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, sebanyak delapan tanki air dipasok ke tiga desa di Cibarusah. Pasokan itu dikirim setiap hari, bergilir ke setiap kampung.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Aspuri mengakui, hingga kini pihaknya hanya membantu dalam pasokan air yang dikirim dari PDAM Tirta Bhagasasi, Bekasi. Meski demikian, bantuan tersebut akan terus diberikan hingga kekeringan usai.

“Jadi bantuan terus kami berikan, ada delapan mobil tanki, setiap tanki berisi 5.000 liter. Kami juga berikan jerigen ke setiap kepala keluarga. Meskipun pasokan air, tapi kami terus pantau perkembangannya,” kata dia.

Siaga darurat

Atas musibah kekeringan ini, Kabupaten Bekasi pun ditetapkan siaga darurat. Tidak hanya di Cibarusah, status itu pun ditetapkan di delapan kecamatan lainnya dan berlaku hingga 1 November 2017. Kedelapan kecamatan lainnya yaitu Bojongmangu, Cikarang Pusat, Serangbaru, Cikarang Selatan, Muaragembong, Sukatani, Babelan dan Cikarang Timur.

“Tahapannya dari siaga darurat nanti bisa menjadi tanggap darurat, tergantung situasi dan kondisi yang ada. Jika sudah tanggap darurat, harus dilakukan hal-hal strategis bahkan bisa mengambil anggaran dana tak terduga untuk kondisi tanggap darurat,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

Status siaga darurat ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi berdasarkan kondisi di lapangan. Meski begitu, Dewan terus memantau dan siap mendukung dalam penggunaan dana tidak terjuga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Penetapan siaga darurat ini juga disampaikan ke Propinsi Jawa Barat, agar Kabupaten Bekasi juga masuk siaga darurat kekeringan Jawa Barat. Kami dari Dewan juga turut membantu mendorong serta memantau langsung penanganan kekeringan di lapangan,” kata dia.***

Baca Juga

Kabupaten Bekasi Akan Bangun Dua Taman Baru

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana membangun dua taman baru tahun ini. Kedua taman itu yakni Taman Bermain Cikarang Barat dan Taman Baca Cikarang Selatan.

Bantuan Air Bersih untuk Korban Bencana

BEKASI, (PR).-Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM)  Tirta Bhagasasi Bekasi, menjalin kerja sama distribusi air minum dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.