Kebakaran Rumah Sakit di Bekasi Harus Jadi Pelajaran

alat pemadam
Alat pemadam/TOMMI ANDRYANDY/PR
ALAT pemadam api ringan terpasang di salah satu lorong DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa 12 September 2017. DInas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi menegaskan, kebakaran yang terjadi di salah satu rumah sakit di Cikarang Selatan pekan lalu harus jadi evaluasi. Seluruh manajemen rumah sakit diminta melengkapi peralatan pemadam kebakaran gedung dan memerhatikan penempatan ruang panel listrik.*

CIKARANG, (PR).- Kebakaran yang terjadi di Rumah Sakit Omni Cikarang pekan lalu harus menjadi bahan evaluasi. Seluruh manajemen rumah sakit diminta melengkapi standar peralatan pemadam kebakaran serta memerhatikan penempatan ruang pelistrikan.

Komandan Pleton Dinas Kebakaran Kabupaten Bekasi, Jajang mengatakan, kebakaran di RS Omni berasal dari ruang genset di lantai basemen. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, api pun berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam sebelum menjalar ke ruang lainnya.

Meski demikian, kepulan asap sempat membuat panik petugas rumah sakit, para pasien dan keluarganya. Bahkan sejumlah pasien dievakuasi keluar gedung.

“Ada api, besar. Tetapi memang belum menjalar ke atas. Yang kebakar baru trafo gensetnya saja yang di ujung, makanya keluar asap. Tetapi karena cepat kami tanggulangi, api dapat dikendalikan,” kata Jajang, Selasa 12 September 2017.

Kendati begitu, dari analisis di lapangan, terdapat ketidaksesuaian lokasi panel listrik dan peralatan pemadam kebakaran gedung. Menurut dia,ruang penyimpanan genset tidak memadai karena terlalu sempit. Selain itu, ruang tersebut tidak memiliki ventilasi udara yang cukup. Pihaknya pun sempat kesulitan memadamkan api.

“Di ruang besmen itu sempit dan untuk ventilasi udaranya kurang besar, tidak memadai untuk tempat penyimpanan genset dan tidak ada alat penghisap asap seperti di pabrik-pabrik. Sehingga ketika ada udara panas sulit keluar, maka berkumpul di dalam,” ucap dia.

Selain ruang genset, catatan lainnya yakni alat pemadam api ringan (APAR) yang dinilai tidak sesuai. Bagi rumah sakit, harusnya APAR yang digunakan berisi karbondioksida. Namun, yang tersedia hanya berbahan bubuk kering.

“Karena rumah sakit kan tempat pelayanan kesehatan masyarakat, kalau pakai APAR berbahan dry chemical itu akan berbekas, kotor sehingga dikhawatirkan akan berdampak juga terhadap pasien-pasien yang ada di situ. Maka kami sarankan agar menggunakan APAR berjenis Co2, kan tidak menimbulkan bekas sehingga tidak akan menimbulkan dampak untuk pasien-pasien,” ucapnya.

Diungkapkan Jajang, kebakaran tersebut harus menjadi evaluasi bagi seluruh rumah sakit. Menurut dia, selain mengutamakan pelayanan, rumah sakit pun harus mementingkan faktor keselamatan dan keamanan. “Kedepannya ini menjadi evaluasi agar segera dilakukan perbaikan, tidak hanya RS Omni tapi juga rumah sakit lainnya. Jika diperlukan, konsultasi dengan pihak Damkar dipersilakan,” kata dia.

Terus pantau pasien

Sementara itu, dalam keterangan tertulis, pihak RS Omni Cikarang mengakui kebakaran terjadi karena adanya kabel listrik yang terbakar sehingga menimbulkan asap. Meski begitu, pihaknya telah melakukan tindak sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan pasien.

“Dengan mengutamakan keselamatan pasien, OMNI Hospitals Cikarang mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) dengan memadamkan listrik seluruh gedung dan memulai evakuasi pasien. Omni Hospitals Cikarang pun langsung memanggil pihak pemadam kebakaran untuk turut menangani peristiwa ini,” kata Direktur RS Omni Ridwan T Lembong.

Pihak Omni pun melakukan pengecekan ulang dan terus memantau kesehatan para pasien setelah dievakuasi, menyediakan makanan dan minuman yang memadai bagi para pasien maupun pihak keluarga. Pihaknya pun  merujuk pasien ke rumah sakit lain.

Dikatakan Ridwan, pihaknya menyampaikan rasa keprihatinan dan empati yang mendalam bagi para pasien dan keluarga pasien akibat peristiwa tersebut. Dia memastikan bakal melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami pun mengucapkan terima kasih bagi para pihak yang turut membantu selama proses evakuasi pasien, termasuk kepolisian setempat dan tim pemadam kebakaran,” ucapnya. ***

Baca Juga

Rumah Sakit di Bekasi Kebakaran, Pasien Panik

CIKARANG, (PR).- Rumah Sakit Omni Cikarang, Kabupaten Bekasi dilanda kebakaran, Rabu 6 September 2017. Api yang diduga berasal dari ruang genset itu kemudian merambat ke sejumlah ruangan lainnya. 

Kabupaten Bekasi Akan Bangun Dua Taman Baru

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana membangun dua taman baru tahun ini. Kedua taman itu yakni Taman Bermain Cikarang Barat dan Taman Baca Cikarang Selatan.