Sumedang Siap Gelar FKN, Jika Cisumdawu Beroperasi

Kereta Naga Paksi, tengah diarak keliling kota di sepanjang jalan protokol di wilayah Sumedang kota pada Helaran Festival Budaya Sumedang, beberapa waktu lalu. Kabupaten Sumedang siap menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara (FKN), apabila tol Cisumdawu sudah beroperasi”

SUMEDANG, (PR).-Kabupaten Sumedang bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan FKN (Festival Keraton Nusantara),  apabila projek pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sudah kelar dan dioperasionalkan.

Dengan beroperasinya  jalan tol tersebut, jarak tempuh dari Bandung ke Sumedang bisa lebih cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sementara jarak tempuh normal saat ini tanpa terjadi  kemacetan parah, jarak tempuhnya  sekitar 2 jam.

“Dengan jarak tempuh yang cepat, para tamu FKN se-Indonesia bisa leluasa dan memilih tempat menginap di hotel berbintang di daerah Bandung. Sebab, sebagian besar hotel  di Sumedang kota masih kelas hotel melati. Tidak pantas seorang raja dari keraton, menginap di hotel melati,” ujar Budayawan dan Sejarawan Sumedang, Aom Achmad Wiriaatmadja di rumahnya di Jalan Pangeran Kornel Sumedang, Senin 11 September 2017.

Ia mengatakan, untuk saat ini, Kabupaten Sumedang dinilai belum siap menjadi tuan rumah FKN. Hal itu, di antaranya  terkendala minimnya hotel berbintang di wilayah Sumedang kota. Terlebih, kebutuhan kamar hotel untuk tamu dan para pengunjung  se-Indonesia, bisa mencapai ribuan kamar hotel yang refresentatif.

Ketika para tamu dan pengunjung festival lebih memilih menginap di hotel berbintang di Kota Bandung dan Jatinangor, akan terhambat dengan  kemacetan di daerah Jatinangor dan Tanjungsari. Bahkan kemacetan di kedua wilayah itu, seolah menjadi langganan karena hampir terjadi setiap hari.

“Itu lah yang menjadi kendala Kabupaten Sumedang belum siap menjadi tuan rumah FKN. Padahal, Sumedang sudah berkali-kali ditawari menjadi tuan rumah. Seandainya nanti tol Cisumdawu sudah beroperasi, baru lah Sumedang siap menjadi tuan rumah,” kata Aom Achmad.

Menurut dia, Keraton Sumedang Larang dari dulu sudah menjadi salah satu peserta FKN dan termasuk  Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN). Keraton lainnya di Pulau Jawa yang menjadi peserta, diantaranya Cirebon, Banten, Solo dan  Yogyakarta. Menjadi tuan rumah FKN, menjadi kehormatan bagi daerah dan masyarakatnya. Penyelenggaraannya akan menjadi daya tarik pariwisata dan kebudayaaan. Selain itu juga, bisa bisa mendongkrak perekonomian dan pendapatan masyarakat.

“Untuk FKN yang ke-11 pada 15-19 September nanti, akan dilaksanakan di  Cirebon. FKN di Cirebon itu yang keduakalinya. Tahun 1997 lalu, Cirebon pernah menjadi tuan rumah FKN ke-2,” tuturnya.

Layak

Lebih jauh Aom Achmad menjelaskan, jika kondisi arus lalu lintas, infrastruktur dan sarana pendukungnya sudah memadai, Sumedang sudah sangat layak menjadi tuan rumah FKN.  Sudah tercatat dalam sejarah, Kerajaan Sumedang Larang merupakan pewaris tahta dari Kerajaan Padjadjaran. Mahkota Raja Padjadjaran yakni Mahkota Binokasih, kini  tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, “Bahkan penyelenggaraan FKN, sekaligus   akan  menguatkan program SPBS (Sumedang Puseur Budaya Sunda),” ucap  mantan Ketua Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU).

Idealnya lagi, lanjut dia, Kabupaten Sumedang  menjadi tuan rumah FKN, apabila kawasan Gedung Negara sudah dijadikan kawasan pusat kebudayaan. Sebab,  sesuai  rencana sebelumnya, apabila rumah dinas bupati sudah dibangun di kawasan perkantoran  IPP (Induk Pusat Pemerintahan) di Jalan Prabu Gajah Agung,   Gedung Negara dan sejumlah kantor dinas akan  dijadikan kawasan pusat kebudayaan. “Kalau rumah dinas bupati sudah dipindahkan ke kawasan IPP,  para raja utusan dari keraton nusantara bisa ditempatkan di kawasan Gedung Negara,” tuturnya.***

Baca Juga

Aksi Buruh Tuntut Upah Layak

SUMEDANG, (PR).- Puluhan buruh yang tergabung dalam  Komite Persiapan-Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan- Konfederasi Serikat Nasional (KP-FSPKKSN) Kabupaten Sumedang, menggelar aksi demontrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disn