Kekeringan, Debit Air PDAM Tirta Sukapura  Menurun 30 Persen

Ilustrasi air PDAM/ANTARA

TASIKMALAYA,(PR).- Debit air baku Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sukapura menurun 30 persen dari kondisi normal seiring datangnya musim kemarau. Di sisi lain, pelayanan air bersih di musim kemarau oleh PDAM Tirta Sukapura meningkat 100 persen.

Direktur Teknik PDAM Tirta Sukapura Didin Sahidin menuturkan, ada beberapa sumber air yang debit airnya mengalami penurunan di antaranya sumber air Cipondok, sumber air Cibunigeulis, Panyusupan, Cianeut, Ciawi, Salawu, dan Cibatur. Kendati demikian, penurunannya tidak berlangsung drastis.

“Sudah dua bulan memang terus menurun, sementara pelayanan harus optimal. Misalnya begini, dari kurang lebih 40,000 pelanggan, hanya 80 persen yang rutin menggunakan layanan PDAM. Sisanya hanya membayar abodemen. Jadi mereka menggunakan aliran air PDAM kalau kekeringan seperti saat ini,” ujar Didin kepada “PR”, Sabtu, 2 September 2017.

Didin menuturkan, akibat penurunan debit tersebut, PDAM Tirta Sukapura terpaksa menerapkan sistem penggiliran pasokan air kepada sebagian pelanggan. Didin mencontohkan, dalam kurun waktu 24 jam, ada waktu tiga jam pasokan air ke pelanggan dihentikan dan dialirkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Pelanggan kami ada kurang lebih 40.000. Jadi supaya pasokannya terpenuhi harus digilir.  Sejauh ini sistem tersebut tidak merugikan warga, indikatornya belum ada aduan ke kami,” kata Didin.

Was-was saat kemarau

Meskipun debit air mengalami penurunan, Didin memastikan pasokan layanan air bersih ke pelanggan berjalan aman. Kendati demikian, PDAM Tirta Sukapura juga mengaku was-was dengan kondisi musim kemarau yang belum dapat diprediksi sampai kapan. “Kalau sekarang masih aman. Kalau empat bulan ke depan kondisinya masih seperti ini kita harus was-was,” kata Didin.

Menurut Didin, Pemkab Tasikmalaya sebenarnya memiliki sumber air cadangan di kawasan Ceungceum, Kecamatan Singaparna. Kendati demikian, sumber air tersebut belum dapat difungsikan sepenuhnya. "Instalasi pengolahan air bersihnya belum terpasang sempurna. Kami juga butuh bantuan dari Pemkab Tasikmalaya kaitannya dengan penambahan pasokan air bersih yang debitnya terus menurun ini,” kata Didin.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya Sony Sudrajat mengatakan, bencana kekeringan mulai melanda Kota Tasikmalaya.  Salah satu wilayah yang sudah dilanda kekeringan yakni Kampung Singkup, Kelurahan Singkup, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

“Kalau musim kemarau tiba sumber air pasti kering. Masyarakat bahkan harus jalan 2 kilometer untuk mendapatkan air. Namun, kami sudah antisipasi dengan mengirimkan air 5000 liter dengan periode enam kali pengiriman setiap harinya,” kata Sony.***

Baca Juga

Ada Apa Saja di Tasikmalaya October Festival?

TASIKMALAYA, (PR).- Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman resmi membuka Tasikmalaya October Festival (TOF) di panggung utama Jalan HZ Mustafa, Kota Tasikmalaya, Jumat, 14 Oktober 2017.