Pemkot Bogor Awasi Hewan Kurban Lewat Bursa Hewan Qurban

Ilustrasi/USEP USMAN NASRULLOH/PR
Hewan Kurban.*

BOGOR, (PR).- Bursa Hewan Qurban (BHQ) digelar untuk ke-18 kalinya di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Kota Bogor pada 23 Agustus 2017 hingga 1 September 2017. Kegiatan itu sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kota Bogor mengawasi penjualan hewan kurban dari penyakit maupun kondisi yang menyalahi ketentuan agama.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor Irwan Riyanto mengakui jumlah petugas pemeriksa hewan kurban daerahnya masih minim. “Kegiatan ini memudahkan kontrol, baik kesehatannya termasuk juga berkaitan dengan masuk keluarnya hewan ternak di Kota Bogor,“ katanya seusai pembukaan, Minggu, 27 Agustus 2017.

Berdasarkan pengalamannya, antusiasme masyarakat yang membeli hewan kurban di acara tersebut terus meningkat. Ia menilai acara serupa sebaiknya tak hanya dilaksanakan di satu lokasi tapi beberapa lokasi lain. Bahkan ia mengusulkan setiap kecamatan menggelarnya menjelang Idul Adha tahun depan.

BHQ ke-18 menurut Ketua Panitia Endang Romjali, sebanyak 20 perternak dan pedagang mengikuti kegiatan kali ini. Hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba diakui tak hanya berasal dari peternak lokal tapi juga dari luar daerah seperti Cianjur  dan Sukabumi juga, dari Boyolali Jawa Tengah hingga Lumajang Jawa Timur.

“Lapak yang disediakan berjumlah 28 lapak yang terdiri dari 200 ekor sapi serta 300 ekor kambing dan Domba,” kata Endang merinci. Ia menegaskan penyelenggaraan kali ini untuk membantu meringankan peran pemerintah daerah setempat dalam hal pengawasan karena hewan kurban yang disediakan dijamin aman dan sesuai syariat.

Dibantu mahasiswa

Pemeriksaan hewan kurban di Kota Bogor jyga dibantu sebanyak 180 orang mahasiswa Fakultas Kesehatan Hewan Institut Pertanian Bogor. Sebanyak total 715 mahasiswa dan 55 dosen yang ditugaskan memeriksa hewan kurban di wilayah DKI Jakarta, Bogor Raya, Kota Depok dan Bekasi dilepas secara resmi di kampus IPB Darmaga Kabupaten Bogor, Jumat, 25 Agustus 2017.

Ketua Panitia Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Kurban IPB Ardilasunu Wicaksono mengakui ketertiban para mahasiswa sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat khususnya di daerah sekitar kampusnya. "Kami harapkan bisa meminimalisir peredaran hewan dan daging kurban yang tidak sehat," katanya.

Menurut pengalamannya selama beberapa tahun terakhir, pemeriksaan hewan kurban oleh mahasiswa menghasilkan sejumlah temuan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya umat muslim yang berkurban. "Sejauh ini tidak ada kasus yang parah. Yang ditemukan itu seperti hewan sakit, terkena cacing hati, dan lainnya," kata Sunu menjelaskan.***

Baca Juga

Ormas Islam dan Ulama Bogor Tak Ikut Aksi 299

CIBINONG, (PR).- Organisasi umat muslim dan para ulama di Kabupaten Bogor sepakat tak mengikuti unjuk rasa (aksi 299) di Jakarta, Jumat, 29 September 2017.