Juru Sembelih Hewan Kurban di Kota Sukabumi Terlatih

Hewan kurban/AHMAD RAYADIE/PR
KEPALA Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner (Kesmavet), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Sukabumi, Riki Barata, Selasa 22 Agustus 2017 tengah memeriksa sapi kurban. Selain melakukan serangkaian pemeriksaan pada hewan kurban, DPPKP telah melatih lima puluh juru potong hewan kurban dadakan. Peserta kegiatan pelatihan yang melibatkan Kementrian Agama (Kemenag) dan Mejalis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi terdiri dari warga, ustad, anggota DKM tersebar di tujuh kecamatan.*

SUKABUMI, (PR).- Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Sukabumi,  Selasa, 22 Agustus 2017 melatih lima puluh  juru  potong hewan kurban dadakan.  Peserta kegiatan  pelatihan yang melibatkan Kementrian Agama (Kemenag)  dan Mejalis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi terdiri dari warga, ustad, anggota DKM tersebar di tujuh kecamatan.

Pelatihan potong  hewan  diharapkakan daging hewan kurban tidak hanya  layak dikonsumsi warga. Tapi  pelatihan untuk  menghindari  daging  kurban  tercemar penyakit yang dapat membahayakan kesehawan warga saat dikonsumsi. Terutama setelah proses pemotongan. 

“Kami memberikan pelatihan kemahairan memotong hewan kurban. Para peserta yang berasal dari seluruh masyarakat perwakilan ditiap kecamatan diharapkan dapat melakasanakan tugasnya secara optimal,” kata Kepala Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi.

Kardina Karsoedi mengatakan pelatihan sangat perlu diberikan kepada para tukang potong hewan dadakan  yang nota bene masyarakat. Mereka memperoleh pelatihan potong sesuai dengan ketentuan agama. Termasuk mengedepankan aspek kesehatan hewan usai disembelih.

“Masih banyak proses penyembelihan berakhir daging yang didistribusikan tidak sehat karena tercemar bakteri. Akibatnya,  daging  kurban tidak layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Didampingi Kepala Seksi Kesehatan  Hewan dan Veteriner (Kesmavet),  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, Riki Barata,  Kardina Karsoedi mengatakan  para juru potong akan dinyatakan lulus setelah memperoleh sertifikat kemahiran penyembelih hewan. Mereka akan disebar di 85 titik lokasi pemotongan hewan kurban. Saat melaksanakan tugasnya,  juru sembelih berkeliling dari satu tempat ketempat lainnya. Mereka akan didamping tim kesehatan hewan saat melaksanakan tugasnya.

“Upaya terpadu yang dilakukan petugas gabungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat proses penyembelihan. Begitupun daging kurban  layak dikonsumsi masyarakat, karena telah diperiksa secara seksama oleh petugas kesehatan hewan,” katanya.

Warga teliti SKKH

Untuk mengantisipasi penyakit  pada  hewan kurban, kata Kardinas Karsoedi,  petugas medis hewan  terus menerus melakukan pemantauan. Bahkan DPPKP  telah menurunkan tujuh tim melakukan serangkaian penyisiran.   Tim yang didampingi  tim medis hewan  kini tidak hanya dikonsentrasi ke beberapa lokasi penjualan hewan yang terdaftar.  “Tetapi tim menelusir lokasi penjualan yang tersebar dibeberapa daerah lainnya,” katanya.

Kardina Karsoedi mengatakan tim medis tidak hanya melakukan pemeriksaan SKKH  yang distempel dari dinas terkait  asal pengiriman. Tetapi menelusuri dokumen riwayat hewan sebelum dibawa ke Kota Sukabumi.

“Bila tidak memiliki surat penting itu, kami dapat mengevakuasi hewan kurban ke daerah asal.  Karena kelengkapan  SKKH dan riwayat hewan  dapat meminimalisir penyebaran berbagai penyakit. Terutama penyakit antraks yang dapat menimbulkan kematian kepada manusia,” katanya.

Warga diimbau tidak hanya melihat kondisi fisik hewan ternak. Namun warga tidak perlu ragu mememinta surat keterangan dari para pedagang sebelum membelinya. Sebab  surat sertifikasi sehat   dari DPKP telah dibagikan kepada para pedagng setelah dilakukan pemeriksaan. “Warga tidak perlu ragu untuk meminta agar pedagang memperlihatkan SKKH sebelum membelinya,” katanya.***

Baca Juga

Intensitas Hujan Meningkat, 1.000 Relawan Disiagakan

SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Kabupaten Sukabumi, menanggapi dengan cepat bencana alam yang mulai menyergap. Sebanyak 1.000 relawan disiapkan untuk mengantisipasi bencana seiring intensitas hujan yang mulai meningkat.

Kelangkaan Petani Kian Mencemaskan, Sukabumi Dorong Regenerasi

SUKABUMI, (PR).- Seiring lahan pertanian di Kota Sukabumi semakin menyempit, keberadaan petani juga dikhawatirkan semakin langka. Dari 4.340 orang yang tersebar di tujuh kecamatan, hampir 80 persen petani berusia diatas 50 orang.