Jumlah Dokter dan Fasilitas Kesehatan tak Sebanding dengan Jumlah Peserta JKN-KIS

Dibuang/TATI PURNAWATI
SEBANYAK 70 lembar Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat atas nama warga Desa Panjalin Lor, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka ditemukan di pengumpul barang bekas atau bandar rongsokan di Winong, Cirebon.*

CIBINONG, (PR).- Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Bogor sudah mencapai tiga juta jiwa hingga Agustus 2017. Pertumbuhan jumlah peserta tak sebanding dengan pemerataan dokter dan fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Akibatnya, terjadi penumpukan di 16 faskes dari 229 lokasi.

Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Cibinong Adrika Wendi mengakui, perbandingan jumlah antara dokter dan peserta JKN-KIS di 16 faskes tersebut tidak proporsional. "Rasio dokter dan peserta di Puskesmas menurut ketentuannya itu 1:10.000 orang. Sedangkan di klinik 1:5.000 orang. Tapi di sana satu orang dokter melayani lebih dari itu," katanya, Selasa, 22 Agustus 2017.

Ke-16 lokasi faskes itu tidak dirinci alamatnya masing-masing oleh Adri. Namun, ia membaginya menjadi 13 Puskesmas dan tiga klinik kesehatan milik swasta. Kekurangan dokter di sejumlah faskes dikhawatirkan mengurangi pelayanan terhadap para peserta program JKN dan masyarakat umumnya.

Adri mengaku berupaya mengurangi beban faskes tersebut dengan cara mengalihkan sebagian peserta JKN ke faskes lain yang ada di kecamatan setempat. "Kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terkait rencana pemindahan faskes tersebut. Kami harap ada penambahan dokter di faskes yang kelebihan jumlah peserta JKN-nya," katanya.

Target peserta

Kondisi dokter yang tak sebanding dengan jumlah peserta JKN di Kabupaten Bogor belum dikonfirmasi dinas kesehatan maupaun badan kepegawaian daerah setempat. Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Kesehatan Tri Wahyu Harini dan Kepala BKPP Dadang Irfan tidak dapat dihubungi.

Sejak dibuka awal 2017, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cibinong berupaya keras mengejar jumlah kepesertaan penduduk Kabupaten Bogor dalam program JKN-KIS. Adri mengakui pemerintah pusat menargetkan jumlah peserta di daerahnya mencapai 3,5 juta orang pada akhir 2017 dan mencakup seluruh penduduk pada 2019 mendatang.

Pertumbuhan jumlah peserta menurutnya juga terus diimbangi jumlah faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sebanyak 229 faskes tingkat pertama yang telah bekerja sama. Terdiri dari 101 Puskesmas, 81 klinik pratama, 30 tempat praktek dokter perorangan dan empat tempat praktek dokter gigi.***

Baca Juga

Ormas Islam dan Ulama Bogor Tak Ikut Aksi 299

CIBINONG, (PR).- Organisasi umat muslim dan para ulama di Kabupaten Bogor sepakat tak mengikuti unjuk rasa (aksi 299) di Jakarta, Jumat, 29 September 2017.