Simpan Mayat Bayi di Laci, Pembantu di Depok Diamankan Polisi

Polisi/BAMBANG ARIFIANTO/PR
POLISI mendatangi lokasi penemuan jasad bayi di Perumahan De Raya Residence, Jalan Curugan, Tanah Baru, Kota Depok, Selasa 15 Agustus 2017. S (21), asisten rumah tangga pun dicokok karena dugaan membunuh bayinya.*

DEPOK, (PR).- Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Beji, Kota Depok mencokok S (21), asisten rumah tangga yang diduga membunuh bayinya. Setelah melahirkan, tersangka menaruh bayinya ‎di dalam laci lemari plastik rumah majikannya.

Penemuan bayi tersebut terjadi di ‎Perumahan De Raya Residence,  Jalan Curugan Blok A10 RT 1/ RW 10, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Selasa 15 Agustus 2017, sekitar pukul 07.00 WIB.

"Telah ditemukan sesosok mayat (bayi) perempuan di dalam laci baju lemari  plastik yang diduga dilahirkan oleh saudari S (Sholikha) alias Ika, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah saksi saudara Ansar (35)," kata Pjs Kepala Sub Bagian Humas Polresta Depok Firdaus dalam keterangan tertulisnya, Selasa sore. 

Awalnya, jasad korban ditemukan Sumiarti (26), teman tersangka yang sama - sama bekerja sebagai asisten rumah tangga. "Selanjutnya dilaporkan ke majikannya dan dilaporkan ke Polsek Beji untuk proses lebih lanjut," tutur Firdaus.

Saat berbadan dua, tersangka juga diduga menyembunyikan kehamilannya agar tak diketahui orang lain. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia No 35/2014 tentang perlindungan anak. 

Selepas menerima laporan warga, Korps Bhayangkara segera mendatangi lokasi guna meminta keterangan pelaku saksi untuk kepentingan pengusutan perkara.

Polisi juga mengamankan barang bukti serta membawa mayat bayi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta untuk pemeriksaan. Terkait musabab tersangka membunuh bayi, polisi masih menyelidikinya.

Bukan yang pertama

Rentetan penemuan bayi terus terjadi di Depok.‎ Mayat bayi misterius ditemukan‎ di sebuah selokan di Kampung Bojong Pulo, RT 7 RW 3, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok, Sabtu 5 Agustus 2017. Jasad bayi itu ditemukan warga saat membersihkan selokan pada puku‎l 07.00 WIB.

"Sewaktu saksi membersihkan selokan di tempat kejadian perkara, (dia) melihat mayat bayi tersebut," kata Firdaus dalam keterangan tertulisny saat itu. Mulanya, saksi mengira jasad bayi itu adalah boneka. "Namun setelah diperhatikan ternyata mayat bayi laki laki, selanjutnya saksi memberitahukan ke warga lainnya bahwa ada mayat bayi," ucap Firdaus.

Polisi pun segera mendatangi lokasi penemuan guna melakukan pemeriksaan. Jasad bayi juga menjalani visum di Rumah Sakit Polri. Di Tapos, Depok, warga sempat digegerkan penemuan mayat bayi di Kampung Ciampeuen pada Selasa 18 Juli 2017.

Warga menemukan jasad bayi malang itu saat mengambil air sumur guna keperluan mencuci. Kecurigaan warga muncul karena air yang digunakan berbau tak sedap.

‎Selang beberapa hari kemudian, Polsek Cimanggis menangkap NV (20) di Kampung Babakan Lapang Sukajadi, RT 7 RW 1, Kecamatan Cempaka, Cianjur Selatan, Kamis 20 Juli 2017. NV merupakan ibu korban yang diduga menghabisi bayi hasil hubungan gelapnya.***

Baca Juga

Meski Ditolak Warga, Uji Coba Sistem Satu Arah Tetap Dilakukan

DEPOK, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Depok menyatakan uji coba sistem satu arah terbukti mengurangi kemacetan di tengah keterbatasan jaringan jalan Depok. Uji coba akan tetap dilakukan kendati sejumlah warga menolaknya.