Sopir Mogok Kerja, Pengangkutan Sampah di Depok Lumpuh

truk sampah depok.jpg
Truk sampah/BAMBANG ARIFIANTO/PR
DERETAN truk pengangkut sampah terparkir di depan Kantor UPT TPA Cipayung, Jalan Bulak Barat, Kota Depok, Senin 14 Agustus 2017. Aktivitas pengangkutan sampah Depok lumpuh setelah sopir dan kernet truk TPA Cipayung menggelar aksi mogok.

DEPOK, (PR).- Aktivitas pengangkutan sampah di Kota Depok lumpuh setelah sejumlah sopir truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung menggelar aksi mogok. Para sopir dan kernet menuntut Pemerintah Kota Depok mencairkan uang lembur yang masih tertahan.

Aksi dilakukan para sopir dan kernet dengan mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis TPA Cipayung di Jalan Bulak Barat, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Senin 14 Agustus 2017 pagi. Kepala UPT TPA Cipayung Iyay Gumilar menuturkan, para awak truk sampah datang menuntut kejelasan uang lembur.

"Minta uang lembur, cuma (mereka) mengatasnamakan gaji ke-13," kata Iyay, Senin siang.

Dia menuturkan, persoalan tersebut bukan kewenangan pihak UPT. Urusan gaji atau lembur menjadi tanggung jawab Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Iyay memperkirakan, uang lembur yang biasanya dibayar secara akumulatif itu masih dalam proses pencairan. "Kalau ada pasti cair, kayanya masih ada (persoalan) administrasi," ujar Iyay.

Uang lembur, tuturnya, didapat bila sopir menambah ritase pengangkutan. Di hari normal, pengangkutan sampah hanya dua ritase. Namun, ritase pengangkutan bisa ditambah dalam kondisi tertentu seperti hari besar keagamaan. Pasalnya, produksi sampah dalam momen tersebut cukup tinggi.

Aksi parkir truk sampah

Aksi para sopir tak hanya dengan mendatangi kantor UPT. Mereka juga memarkir truk sampah di area TPA Cipayung. Kendaraan tersebut berderet sepanjang pintu masuk TPA dari arah Jalan Bulak Barat hingga parkiran Kantor UPT TPA. Aksi mogok sempat menjalar dan diikuti operator eskavator. Alat berat untuk meratakan dan menggali tumpukan sampah itu berhenti beroperasi hingga tengah hari.

"Tadinya mau berhenti karena dengar (pengangkutan) Margonda jalan, sudah jalan saja," ujarnya. Beberapa eskavator mulai tampak bekerja kembali di atas tumpuka sampah-sampah TPA yang menggunung pada Sening siang.

Namun, sopir truk tetap memilih meneruskan aksinya. Meski demikian, Iyay mengaku sebagian kecil truk sudah beroperasi kembali di jalan-jalan utama Depok seperti kawasan Margonda. Dia mengungkapkan, mogok akan diakhiri dan truk-truk kembali beroperasi pada esok hari. Hal tersebut dilakukan setelah para sopir dan DLHK Depok mencapai kesepakatan atas tuntutan. Dia memastikan, uang lembur sopir dan kernet akan dicairkan. Guna mengatasi membludaknya tumpukan sampah, Iyay mengaku opsi penambahan ritase bisa dilakukan setelah truk kembali beroperasi. "Besok pasti bersihlah," ujarnya. Dia menambahkan, truk pengangkut sampah Depok berjumlah 120 unit. Sedangkan penghasilan sopir dan kernetnya masing-masing sekitar Rp 100 ribu dan Rp 90 ribu perhari.

Menurutnya, aksi pegawai kebersihan di lingkungan TPA Cipayung dalam menuntut kesejahteraan hampir selalu ada setiap tahun. Sebelumnya, tutur Iyay, ada aksi menuntut adanya pelayanan BPJS serta kenaikan gaji. Tuntutan-tuntutan tersebut pun dikabulkan pemerintah. Iyay menilai, aksi-aksi para petugas kebersihan TPA Cipayung masih wajar. Mereka juga berperan penting saat Depok meraih Piala Adipura 2017 untuk pertama kalinya. "Mereka pahlawan yang nyata,  yang ril (bekerja) itu kan mereka," ujarnya.

Meskipun mogok baru sehari, timbunan sampah sudah muncul di beberapa titik Kota Depok. Seperti di Pasar Kemirimuka, Beji. Di sana, timbunan sampah bahkan meluber ke badan jalan. ***

Baca Juga

Air Lindi TPA Cipayung Dibuang ke Kali Pesanggrahan

DEPOK, (PR).- Pengolahan air lindi‎ atau limbah cair sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok menuai sorotan. Pasalnya, lindi TPA tersebut masih dibuang ke Kali Pesanggrahan dengan kondisi hitam pekat dan berbau. 

Pengelolaan TPA Cipayung Buruk, Warga Gugat Pemkot Depok

DEPOK, (PR).- Sejumlah warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok melakukan gugatan hukum terhadap Pemerintah Kota Depok atas buruknya tata kelola TempataPembuangan Akhir (TPA) Cipayung.