Ratusan Rumah Murah Dibangun di Sukabumi

Rumah Bersubsidi/AHMAD RAYADIE/PR
BUPATI Sukabumi, Marwan Hamammi melihat maket ratusan rumah bersubdisi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kampung Bojongpari, Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu 13 Agustus 2017.*

PALABUHANRATU, (PR).- Ratusan rumah bersubdisi diresmikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamammi, Minggu 13 Agustus 2017. Rumah dijual untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan diharapkan menjadi salah satu solusi warga mendapatkan rumah. Perumahan kluster dengan kualitas rumah komersil dengan harga berprogram subsidi.

Rumah layak huni tanpa uang muka telah dibangun di Kampung Bojongpari, Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Rumah dijual murah karena disubsidi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan pengembang perumahan dibangun tidak jauh dari permukiman warga.

"Kami sangat berharap program ini dapat terus berkembang untuk membantu warga lainnya. Apalagi diperkirakan ribuan kepala keluarga yang masih belum memiliki rumah layak huni," kata Marwan.

Pada acara itu, Marwan memecahkan kendi sebagai simbol dimulainya pembangunan perumahan. Ia mengatakan, keberadaan ratusan rumah diharapkan dapat membantu warga yang kini mengalami kesulitan untuk mendapatkan rumah. Apalagi, uang muka tinggi dengan berbagai persyaratan seringkali membuat warga enggan punya rumah. Kehadiran perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan dapat membantu merealisasikan keinginan warga untuk mendapatkan rumah.

"Program rumah dijual dengan uang muka nol persen diharapkan dapat terus berkesinambungan. Terutama membantu ribuan warga yang masih belum memiliki rumah. Selama ini, mereka kerap terganjal besaran uang muka. Karena itu, rumah tanpa uang muka diharapkan dapat membantu kesulitan warga mendapatkan rumah bagi keluarganya," kata Marwan. Rumah bersubsidi itu dibangun di Perumahan Cidahu Royal Residence.

Rumah dijual berapa?

Pengembang Cidahu Royal Residence, Teja Sukmana, mengatakan bahwa perumahan itu dikhususkan bagi warga berpenghasilan rendah. Sebanyak 750 rumah dijual di sana. "Rumah tersebut berada di areal lahan seluas 8,5 hektare. Tipe rumah sendiri yakni 36 dengan luas tanah 66 meter persegi," katanya.

Teja Sukmana mengatakan selain dilengkapi sarana peribadatan. Rumah bersubsidi dilengkapi ruang terbuka hijau, dan sarana olah raga. Bahkan pasokan air pun akan menggunakan layanan PDAM.

"Para calon konsumen cukup membayar biaya administrasi dan balik nama. Adapun administrasi pembuatan sertifikat, notaris, akad, dan AJB sebesar Rp 6,5 juta bisa dicicil 4 bulan," katanya.

Hanya saja, kata teja Sukmana besaran cicilan per bulannya diperkirakan sebesar Rp 825.000 jika konsumen mencicil selama 20 tahun. Cicilan selama 15 tahun sebesar Rp 991.000, dan 10 tahun sebesar Rp 1,3 juta. "Begitupun rumah ini tidak boleh untuk investasi atau dikontrakan dan harus rumah pertama,” katanya.***

Baca Juga

Tim Sisir untuk Realisasikan Target Pajak

SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Kota Sukabumi, Kamis 20 Juli 2017, telah membentuk tim sisir penarikan pajak dari masyarakat. Tim tidak hanya menarik Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).