Kemacetan Margonda Coba Diurai, Jalan Arif Rahman Hakim Satu Arah

Kemacetan di Jalan Arif Rahman Hakim Depok/BAMBANG ARIFIANTO/PR
KENDARAAN melintasi jembatan layang Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Depok pada awal April 2017. Pemkot Depok menguji coba sistem satu arah di Jalan Arif Rahman Hakim, Senin 14 Agustus 2017 ini.*

DEPOK, (PR).- Uji coba sistem lalu lintas satu arah semakin meluas di Kota Depok. Setelah Jalan Dewi Sartika, Pemerintah Kota Depok juga menguji coba sistem itu di Jalan Arif Rahman Hakim. Upaya itu dilakukan salah satunya untuk mengurai kemacetan di Margonda.

Uji coba satu arah Jalan Arif Rahman Hakim berlangsung Senin 14 Austus 2017 pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana mengungkapkan, penerapan uji coba di jalan tersebut berdasarkan hasil evaluasi pemkot dan Polres Kota Depok atas pemberlakuan sistem satu arah di Dewi Sartika.

Uji coba Dewi Sartika berdampak kepadatan kendaraan di ruas jalan lain di dekatnya, ‎seperti Margonda dan Arif Rahman Hakim. "Mengingat Margonda cukup padat, Arif Rahman Hakim pas kerja juga padat. Kita pertimbangkan dengan polres, kita harus juga uji coba sistem satu arah Jalan Arif Rahman Hakim," kata Gandara, Minggu 13 Agustus 2017.

Jalur satu arah Arif Rahman Hakim, tuturnya, diterapkan bagi kendaraan dari arah barat ke timur atau dari Pertigaan Ramanda menuju Jalan Nusantara. Sedangkan dari arah sebaliknya, mesti berputar dahulu melewati Nusantara dan Dewi Sartika. Uji coba dilakukan sore hari karena padatnya kendaraan yang melintas saat itu. Penerapan sistem satu arah Arif Rahman Hakim dinilai bakal mencairkan kepadatan Margonda.

Dari hasil evaluasi di Dewi Sartika, lanjut Gandara, pemberlakuan rekayasa lalu lintas itu cukup baik mengurangi kemacetan pada pagi hari. Namun, kepadatan kendaraan justru muncul di sore hari. Kondisi itu menjadi musabab Arif Rahman Hakim ikut serta diuji coba. Evaluasi, tuturnya, akan dilakukan sepekan setelah uji coba Arif Rahman Hakim dimulai. "Kita lihat saja satu pekan awal," ucapnya. 

Laragan untuk angkot dan ojek

Berbagai hambatan penerapan sistem satu arah turut dievaluasi Dishub. "Kalau kendala yang sedang kita maksimalkan (penanganannya) angkot yang di depan terminal tidak boleh maju," ujar Gandara.

Angkot tak diperbolehkan ngetem atau mangkal di depan Terminal Depok karena menghambat laju kendaraan yang tumpah akibat pemberlakuan sistem satu arah.‎ Saat keluar Terminal Depok, angkot harus jalan. Larangan ngetem di tepi jalan juga berlaku bagi pengendara ojek online yang terus ditertibkan petugas. 

Sedangkan hambatan keberadaan pedagang kaki lima di depan‎ Terminal Depok, menurut Gandara, telah diatasi petugas. Dia mengimbau, warga mematuhi aturan berlalu lintas saat penerapan uji coba jalur satu arah di Arif Rahman Hakim.

Warga bingung

Sementara itu, sejumlah warga Depok justru mempertanyakan uji coba tersebut. "Warga mau jalan disuruh mutar-mutar," kata Aji Hendro, warga Beji. Sistem satu arah, tuturnya, memberikan tambahan beban biaya dan waktu bagi warga. Aji menyarankan, pemerintah lebih memberlakukan sistem contra flow atau lawan arus di Arif Rahman Hakim.

"Jadi enggak semuanya ditutup, kan ada empat lajur, tiganya buat ke Nusantara, sementara satu lajur buat ke Margonda dari arah Beji," ujarnya.

Seperti diketahui, sistem satu arah pertama kali diuji coba di Dewi Sartika pada Sabtu 29 Juli 2017. Pemkot meyakini sistem tersebut bakal mengurangi kemacetan di Depok. Sebelumnya, rekayasa lalu lintas lain sempat dilakukan di Margonda. Polrestra Depok menguji coba sistem contra flow dari pertigaan Juanda hingga Margonda pada pagi dan sore hari. Contra flow dilakukan guna mengatasi beban kepadatan kendaraan dari arah Depok menuju Jakarta dan sebaliknya.***

Baca Juga

Sehari, Polisi Temukan Dua Orang Tewas di Depok

DEPOK, (PR).- Peristiwa kematian m‎isterius terjadi di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu, 27 September 2017. Seorang warga ditemukan tewas dalam kendaraan roda empat di Jalan Tanah Baru, Pancoran Mas.