Gunung Guntur Garut Sering Terbakar di Lokasi Sama, Diduga Disengaja

Kebakaran di Gunung Guntur/DOK. BPBD GARUT
KEBAKARAN melanda Gunung Guntur tepatnya di Blok Tegal Malaka, Desa Rancabango, Garut, Jumat 11 Agustus 2017 malam. Kebakaran tidak terjadi secara alamiah tetapi diduga akibat kesengajaan manusia.*

GARUT, (PR).- Lahan di Gunung Guntur, Garut diduga sengaja dibakar oleh pihak yang ingin merusak gunung tersebut. Kebakaran melanda Gunung Guntur, Jumat 11 Agustus 2017 malam, tepatnya di Blok Tegal Malaka, Kampung Naringul, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler. Lokasi kebakaran berada di sekitar lokasi tambang ilegal.

Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Kabupaten Garut, Gede Gelgel Darmaputra mengatakan, kebakaran pada Jumat malam tidak terjadi secara alamiah. Artinya, ada pihak yang diduga sengaja membuat kebakaran terjadi. 

Tak hanya sekali, kebakaran yang diduga disengaja itu juga pernah terjadi pada 2015 lalu. "Ini pengalaman kami, kebakaran bukan secara alami, tapi ada kesengajaan manusia. Diduga sengaja dibakar," kata Gede, Sabtu 12 Agustus 2017. 

Gede belum bisa memastikan siapa yang diduga membakar lahan Jumat malam lalu. Namun, lokasi kebakaran berada di sekitar lokasi tambang ilegal. 

Lokasi kebakaran selalu berada di area penambangan ilegal, tepatnya di Gunung Guntur bagian bawah. "Kebakaran selalu di Gunung Guntur bagian bawah," ucap Gede.

Luas lahan Gunung Guntur yang telah dirusak untuk penambangan ilegal mencapai 300 hektare.

Sementara itu, Gunung Guntur bagian atas, yang menjadi lokasi berkemah, selalu aman dari kebakaran. Menurut Gede, para pendaki justru sangat menjaga kondisi Gunung Guntur sehingga tak pernah terjadi kebakaran di wilayah atas gunung itu.

BKSDA wilayah V Garut setiap hari melakukan patroli untuk mencegah kebakaran terjadi. Namun, luasnya lahan membuat pengawasan tidak bisa dilakukan secara ketat. Gunung Guntur pun memiliki banyak akses masuk.  

Lima hektare hangus

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Garut Dadi Djakaria mengatakan, api mulai menyala pada Jumat 11 Agustus 2017 pukul 16.00. Api semakin membesar pada pukul 18.00 dan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00. Pemadaman dilakukan masyarakat bersama personel TNI dan BPBD Garut. 

"Angin kencang menyulitkan pemadaman api sehingga kebakaran baru bisa diatasi pada pukul 22.00," kata Dadi 

Akibat kebakaran itu, lima hektare lahan di Blok Tegal Malaka hangus terkabar. Dadi belum mengetahui penyebab pasti kebakaran di Gunung Guntur. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut Aji Sekaemaji mengatakan, usai kebakaran, instansinya menyiapkan satu mobil pemadam kebakaran di sekitar pemukiman warga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Menurut Aji, butuh waktu lama untuk memadamkan kebakaran pada Jumat malam lalu karena lokasi berlereng.***

Baca Juga

Bupati Garut: Kebakaran Gunung Guntur Urusan BKSDA

GARUT, (PR).- Bupati Garut Rudy Gunawan lepas tangan terhadap masalah kebakaran lahan Gunung Guntur yang berulang kali terjadi. Ia menyerahkan urusan itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Belum Diizinkan, Ojek Online Mulai Beroperasi di Garut

GARUT, (PR).- Perusahaan aplikasi yang melayani jasa transportasi, Go-Jek, sudah mulai melayani jasa ojek online di Kabupaten Garut. Padahal, pemerintah setempat belum mengizinkan ojek online untuk beroperasi di daerah tersebut.