Persiapkan Kondisi Kesehatan Hewan Sebelum Berkurban

menteri pertanian/HILMI ABDUL HALIM/PR
MENTERI Pertanian Amran Sulaiman berbicara di Kampus Institut Pertanian Bogor, Jumat 11 Agustus 2017. Amran mengimbau masyarakat persiapkan kesehatan hewan kurban jelang idul adha.*

BOGOR, (PR).- Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meyakini jumlah hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat. Masyarakat diminta mulai mempersiapkan kondisi kesehatan hewan kurban yang akan disembelih pada saat Idul Adha nanti.

"Yang banyak (dipakai sebagai hewan kurban) dari lokal. Memang, orang di desa itu sudah mempersiapkan jauh sebelumnya khususnya sapi-sapi jantan untuk kurban," kata Amran di Kampus Penelitian Pertanian Kota Bogor, Jumat (11/8/2017). Ia menilai pemerintah tidak perlu mengimpor sapi karena jumlah sapi lokal masih mencukupi kebutuhan yang ada.

Untuk mengantisipasi keberadaan hewan kurban yang tidak layak konsumsi, pemerintah daerah mulai melakukan pengecekan di tempat-tempat penjualan hewan kurban. Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan pengecekan tersebut pekan ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siti Farikah menegaskan jajarannya tak hanya memastikan hewan kurban yang ada bisa mencukupi, tapi juga menjamin kelayakan hewan-hewan tersebut. Ia memperkirakan ketersediaan hewan kurban di daerahnya mencapai 38.600 ekor.

Ia menyebutkan harga sapi lokal berkisar Rp54.000 hingga Rp65.000 per kilogram dalam keadaan hidup. Sedangkan domba dan kambing hidup harganya pada kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram. "Prediksi jumlah titik pemotongan sebanyak 2700 titik, kalau jumlah titik lapak penjualan 525 titik," kata Siti menambahkan.

Pemeriksaan hewan kurban menurutnya sedang dilakukan oleh pertugas dinasnya ke setiap lapak penjualan hewan. Petugas akan memberikan tanda berupa kalung pada hewan yang lolos pemeriksaan tersebut agar meyakinkan masyarakat bisa mengonsumsinya pada saat lebaran haji nanti.

"Hewan yang lolos pemeriksaan kita keluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," kata Siti menambahkan. Ia meminta masyarakat yang akan membeli hewan kurban menanyakan bukti pemeriksaan tersebut pada pedagang hewan setempat untuk meyakinkan kelayakannya.

Siti mengatakan pemerintah daerah juga akan kembali melakukan pemeriksaan hewan yang telah disembelih pada hari pelaksanaan kurbannya. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan tenaga kesehatan hewan dari berbagai pihak sebagai relawan.

Relawan

Para relawan tersebut terdiri dari mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor sebanyak kurang lebih 100 orang. Mereka akan bergabung dengan para dokter hewan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 14 orang, anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia 10 orang, petugas dinas 48 orang dan kader kesehatan hewan sebanyak 17 orang.

Pejabat pemerintahan setempat juga akan terjun langsung memeriksa kondisi hewan-hewan kurban di tempat penjualannya. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan beberapa hari menjelang hari pelaksanaan kurban nanti.

Menurut pengalamannya, Siti mengaku belum pernah menemukan kasus penyakit hewan berbahaya di daerahnya dari tahun ke tahun. "Paling ada ditemukan cacing hati setelah disembelih. Itu nanti diamankan petugas," katanya menegaskan.***

Baca Juga

Gas 3 Kg Langka, Warga Serbu Operasi Pasar

BOGOR, (PR).- Gas tiga kilogram bersubsidi mengalami kelangkaan hampir di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Bogor selama beberapa hari terakhir.

Bangunan Kelas Rusak Ancam Keselamatan Siswa

CIBINONG, (PR).- Para siswa dan guru di SD Negeri Cipinang 1 Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor merasa terancam keselamatannya setelah plafon salah satu ruang kelas rubuh, Sabtu 11 November 2017 pekan lalu.

Anggota Geng Motor Pelaku Begal Berhasil Diringkus

CIBINONG, (PR).- Anggota geng motor terlibat jaringan pencurian kendaraan bermotor menggunakan kekerasan atau begal. Aksi pembegalan kembali meresahkan masyarakat di wilayah Jawa Barat seperti di wilayah Bogor dan Bandung.