Pencalonan Aceng Fikri tak Pengaruhi Elektabilitas Ridwan Kamil

Ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustofa/TOMMI ANDRYANDY

KARAWANG, (PR).- Rencana pencalonan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Hanura Aceng Fikri dalam Pemilihan Gubernur Jabar nanti, tindak membuat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) khawatir. Padahal sebelumnya Partai Nasdem berencana berkoalisi dengan Partai Hanura untuk mendukung Ridwan Kamil.

"Rencana Aceng Fikri maju dalam Pilgub Jabar, merupakan dinamika politik di Partai Hanura. Hal itu tidak akan mengganggu pencalonan Ridwan Kamil oleh Nasdem," ujar Ketua DPW Nasdem Jawa Barat,  Saan
Mustopa, di sela-sela acara Training of Trainer Komisi Sakti NasDem di Karawang, Minggu, 23 Juli 2017.

Menurut Saan, Nasdem sama sekali tidak khawatir atas pencalonan Aceng Fikri. Sebab, elektabilitas Ridwan Kamil masih tinggi, bahkan banyak partai yang mendekati Nasdem untuk berkoalisi. "Kendala Kami adalah sulitnya mencari bakal calon wakil yang akan disandingkan dengan Kang Emil," kata Saan.

Menurut dia, awalnya Partai Nasdem melakukan pendekatan dengan Hanura untuk mengusung Emil. Hanya saja dengan adanya perubahan kepengurusan Hanura terjadi dinamika politik yang harus disikapi partainya.

Meski begitu, Saan mengaku tidak terus fokus kepada Hanura karena masih banyak partai lain yang juga mendekati untuk menjadi calon wakil Emil. "Yang mau banyak. Tapi kan harus kami kaji dan teliti rekam
jejaknya. Kami harus mendapatkan sosok yang tepat untuk mendampingi Kang Emil," ungkap Saan.

Dia menyebutkan ada sejumlah nama yang disodorkan untuk mendampingi Emil, di antaranya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusulkan Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maosul Affandi.  Selain itu, ada  juga ada beberapa nama yang disodorkan partai lainnya.

"Ini menjadi tugas Nasdem sebagai satu-satunya partai yang sudah mendeklarasikan bakal calom. Pak Ridwan Kamil sendiri harus menentukan partai koalisi dan calon wakil," katanya.

Menurut mantan Anggota Komisi II DPR RI itu, selain berkoalisi dengan Partai Hanura, kemungkinan koalisi dilakukan dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI)  Perjuangan, PPP, dan bahkan dengan Partai Golongan
Karya (Golkar).

"Dengan PPP saya kira komunikasi Kang Emil cukup intensif, " ucapnya.***

Baca Juga

Pupuk Indonesia Utamakan Permintaan Dalam Negeri

KARAWANG, (PR).- PT Pupuk Indonesia menahan ekspor pupuk ke luar negeri. Hal itu dilakukan karena PI lebih memprioritaskan ketersedian pupuk untuk mendukung ketahan pangan nasional.