Universitas Gunadarma Lakukan Investigasi Kasus Perisakan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Kampus Gunadarma/BAMBANG ARIFIANTO/PR
GERBANG Universitas Gunadarma di Jalan Akses UI, Depok, Minggu 16 Juli 2017. Aksi perisakan mahasiswa berkebutuhan khusus diduga terjadi di kampus tersebut.*

DEPOK, (PR).- Universitas Gunadarma memastikan tengah melakukan investig‎asi atas beredarnya video perisakan terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus di lingkungan kampusnya. Pihak kampus juga menyatakan ‎telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Kita sudah melakukan proses investigasi dan proses pemanggilan," kata Staf Wakil Rektor Universitas Gunadarma Budi Prijanto saat memberikan keterangan di depan Gedung Rektorat Gunadarma, Jalan Margonda Raya, Senin, 17 Juli 2017.

Awalnya, pihak rektorat akan menggelar konferensi pers pada pukul 11.00 WIB. Namun, tutur Budi, konferensi pers itu ditunda hingga pukul 15.00 - 16.00 WIB karena pengusutan kasus belum rampung. 

"Karena takut tidak komprehensif (menyeluruh)," ujar Budi menuturkan alasan penundaan. Pantauan "PR", sejumlah awak media massa tampak berkerumun di depan gedung rektorat.

Kepedulian

Sebelumnya,‎ sejumlah organisasi peduli anak berkebutuhan  khusus mendatangi Gedung Rektorat Universitas Gunadarma di Jalan Margonda Raya, Senin pagi. Mereka geram dengan aksi perisakan yang terjadi di Gunadarma.

Mereka mengecam keras perisakan terhadap MF, mahasiswa jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu ‎Komputer dan Teknologi Informasi Angkatan 2016.

"Setelah viral video itu semalam beberapa organisasi langsung membuat broadcat pernyataan. Semua kemudian mendata organisasi masing sebagai bentuk dukungan dan keprihatinan," kata Farida Lucky Utami dari Yayasan Cinta Sahabat Spesial, Senin pagi.

Farida mengaku sakit hati atas aksi risak yang viral di media sosial. Pasalnya, Farida juga memiliki anak yang mengidap autis. "Kita sebagai orang mengatakan anak (berkebutuhan khusus) ke jenjang pendidikan tinggi enggak gampang," ucap Farida. Farida mempertanyakan empati para mahasiswa yang melakukan aksi risak dan hanya menonton tindakan tersebut berlangsung. ‎ "Di video itu sekian detik hampir enggak ada aksi mencegah padahal di situ banyak orang," ujar Farida.

Aksi risak tersebut membuat 37 organisasi peduli anak ‎berkebutuhan khusus mengeluarkan pernyataan keprihatinan. Selain itu, beberapa perwakilan organisasi mendatangi kampus guna melakukan audiensi.***

Baca Juga

Meski Ditolak Warga, Uji Coba Sistem Satu Arah Tetap Dilakukan

DEPOK, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Depok menyatakan uji coba sistem satu arah terbukti mengurangi kemacetan di tengah keterbatasan jaringan jalan Depok. Uji coba akan tetap dilakukan kendati sejumlah warga menolaknya.