Anak Kurang Mampu Difasilitasi Seragam Baru

Tadarus Bersama/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi dan para pelajar sedang lakukan tadarus bersama di Pendopo Kabupaten Purwakarta, pada Senin 17 Juli 2017. Dedi berjanji akan berikan seragam baru bagi siswa yang tidak mampu. Khususnya bagi mereka yang baru masuk SD ataupun SMP.*

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan memfasilitasi seragam sekolah dan kelengkapan lainnya bagi para siswa yang kurang mampu. Sekolah diminta melaporkan pada Pemerintah Kabupaten Purwakarta terkait siswa tidak mampu yang masih menggunkan seragam lama atau baju biasa. 

"Ini menjadi tugas bagi kepala sekolah, baik itu tingkat SD maupun SMP, untuk melaporkan jika ada siswa yang tak menggunakan seragam, atau menggunakan seragam lama," kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di kediamannya di Purwakarta, pada ‎Senin, 17 Juli 2017.

Dia menjelaskan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari sekolah. Lalu Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan memberikan seragam dan fasilitas lainnya pada siswa kurang mampu tersebut.

"Sehingga tak ada alasan bagi siswa yang kurang mampu untuk tidak sekolah. Karena banyak di antara siswa kurang mampu ini merasa malu karena tak berseragam baru. Ini harus dihilangkan," kata Dedi.

Kelengkapan bagi siswa kurang mampu ini, nantinya lanjut Dedi, dibiayai dari biaya gotong royong. "Warga Purwakarta jadi harus belajar peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena siswa-siswa ini nantinya merupakan generasi penerus di masa datang," ucapnya.

Menghilangkan perbedaan strata

Dedi juga menambahkan pemberian fasilitas seragam baru ini, sebagai langkah antisipasi. Antisipasi yang dimaksud adalah, agar para siswa tidak memiliki perbedaan dalam strata ekonomi. "Dalam pendidikan tidak ada beda antara si kaya dan si miskin," ucapnya.

"Sebetulnya permasalahan seragam bagi siswa saat masuk sekolah, sangat krusial hampir tiap tahunnya. Kami pun memfasilitasi seragam ini agar semua pelajar di Purwakarta bisa mendapatkan hak pendidikannya secara layak. Selain itu pendidikan harus tanpa ada sekat kondisi ekonomi," kata Dedi. 

Karena itu, Dedi pun mengimbau kepada seluruh orang tua yang kurang mampu untuk tak malu membiarkan anaknya tak memakai seragam ke sekolah. Hal ini karena pihaknya akan langsung membantu menyediakan kelengkapan sekolahnya secara gratis. 

"Jangan sampai menghambat anaknya mendapatkan pendidikan gara-gara permasalahan seragam. Terus kata siapa juga mendapatkan pendidikan harus diseragamkan, pakaian itu sebagai pelengkap saja dan yang paling penting mendapatkan pendidikannya," ujarnya. 

Prihatin bagi yang miskin

Upayanya tersebut, lanjut Dedi, sebagai penerapan prinsip "Prihatin Bagi yang Miskin, Berbagi Bagi yang Kaya". Artinya, bersekolah untuk mendapatkan pendidikan dengan kemampuan yang dimilikinya.

Selain itu, dia menuturkan, warga yang mampu juga dihimbau untuk jangan pamer di sekolah saat mengantar anak-anaknya. 

"Saya melarang orang tua murid mengantar anaknya ke sekolah memakai mobil atau kendaraan. Kalau yang diantarkan pakai kendaraan satu kilometer sebelum ke sekolah sudah harus berhenti. Nantinya anaknya dibiarkan berjalan kaki ke sekolahnya," kata dia.

Baca Juga

Setelah ATM Beras, Purwakarta Siapkan ATM Daging dan Telur

PURWAKARTA, (PR).- Setelah sukses dengan sarana ATM beras bagi warga kurang mampu, kini Pemkab Purwakarta tengah menyiapkan sarana mirip lainnya. Sarana yang akan dibuat dalam waktu dekat ini adalah ATM daging dan ATM telur.

Anak Ajukan Banding Perkara Ibu Tergugat Rp 1,8 Miliar

PURWAKARTA, (PR).- Meski terlihat sehat dan segar, ‎Siti Rokhayah (85), tampak pikirannya mengawang. Betapa tidak meski cintanya pada anaknya Yani Suryani (46) tak pernah pudar, namun Yani tidak datang saat Idulfitri 1438 Hijriah lalu.

Dedi Mulyadi

Prioritaskan RTH, Pemkab Purwakarta Tambah Aset Lahan

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta menambah aset lahan dengan terus membeli rumah-rumah di pinggir jalan di Purwakarta Kota. Rumah tersebut lalu dibongkar dan dibuat ruang terbuka hijau.