Kronologi Kecelakaan Cipularang, 2 Tewas dan 2 Kendaraan Terbakar

Ilustrasi/FAUZIYAH AJENG

PURWAKARTA, (PR).- Berusaha menolong kendaraan rusak, Alit Sopian (40) meninggal dunia ditabrak oleh sebuah bus berkecepatan tinggi. Selain itu penumpang kendaraan rusak yaitu Christina Hatemesen (65) juga meninggal dunia.

Christina meninggal karena api yang membakar kendaraan yang ditumpanginya. Api berasal dari hantaman keras bus Budiman yang menabrak dari belakang. Christina merupakan warga asal Sorong Timur, Papua Barat.

Kejadian ini terjadi tepatnya di Tol Purbaleunyi KM 91+200 arah Bandung. Atau tepatnya di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu 16 Juli 2017 dinihari.

"Kejadian bermula saat kendaraan Toyota Avanza dengan Nopol B 1823 SRS, datang dari arah Jakarta menuju Bandung. Lalu kendaraan tersebut alami kerusakan, dan berhenti di lajur kanan lokasi kejadian," kata Kasatlantas Polres Purwakarta, Arman Sahti, Minggu 16 Juli 2017.

Setelah itu, salah satu korban yaitu Alit mencoba menolong kendaraan yang alami kerusakan tersebut. Lalu tak lama, Bus Budiman Z 7549 HD yang berkecepatan tinggi datang dari belakang.‎ Bus tersebut dikemudikan oleh Yana Suryana (48).

Pada saat kejadian korban Alit mengendarai truk dengan Nopol Z 9754 DB. Alit merupakan warga Kabupaten Garut.

Sehingga Avanza yang didalamnya masih ada penumpang yaitu korban Christina, terseret ke bahu jalan. Bahkan terseret hingga 100 M. "Sementara korban Alit terpental hingga jalur B arah Jakarta. Setelah terpental Alit pun ditabrak lagi oleh mobil lainnya yang masih dalam penyelidikan," ucap Arman.

Selain itu akibat tabrakan tersebut, keluar percikan api, dari Toyota Avanza. Akibatnya Toyota Avanza pun terbakar bahkan Bus Budiman pun akhirnya ikut terbakar.‎ Sementara sopir Budiman yaitu Yana, mengalami robek di bagian kepala.

Tim dari Satlantas Polres Purwakarta, pun setelah mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian ini. Sementara jalan di lokasi terpaksa ditutup sementara untuk pelaksanaan proses evakuasi.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, ‎Kabupaten Purwakarta, Wieby, Dinasnya menurunkan 3 unit pancar, dan 1 unit ambulans.

"Kebakaran akhirnya bisa diatasi sekira pukul 04.00. Akhirnya jalan pun dibuka kembali. Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta," ujarnya.***

Baca Juga

Gapura Indung Karahayuan Purwakarta yang Sarat Makna

PURWAKARTA, (PR).- Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memiliki sebuah gapura megah yang bernama 'Gapura Indung Karahayuan'. Gapura itu kini sudah menjadi simbol kabupaten yang terkenal akan bendungan besarnya tersebut.