Tersangka dan Barang Bukti Invenstasi Bodong Pandawa Group Diserahkan Ke Kejari Depok

Barang bukti Pandawa Group/BAMBANG ARIFIANTO/PR
Sejumlah barang bukti kendaraan Pandawa Group diserahkan ke Kejaksaan Negeri Depok, Senin 19 Juni 2017. Kasus investasi bodong tersebut segera disidangkan di pengadilan selepas lebaran.*

DEPOK, (PR).- Sejumlah barang bukti praktik penipuan investasi bodong Pandawa Group diserahkan ke Kejaksaan Negeri Depok, Senin 19 Juni 2017.‎ Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto juga turut diserahkan sebagai tersangka perkara tersebut.

Kepala Kejari Depok Sufari menyatakan, berkas perkara Pandawa Group telah lengkap‎ atau P 21. "Polda Metro Jaya melakukan pelimpahan tahap dua barang bukti dan tersangka ke kami," ujar Sufari saat dihubungi, Senin 19 Juni 2017. Polda, lanjutnya, menyerahkan barang bukti dan tersangka pada Senin siang

Sufari menuturkan, barang bukti yang diserahkan berupa barang bukti 42 mobil, 32 motor, tujuh tanah dan bangunan serta uang dan emas.

Tak hanya itu, polisi juga menyerahkan 27 tersangka ke Kejari Depok. Selain Nuryanto, tersangka yang diserahkan merupakan para leader Pandawa. ‎Kendati cukup besar, nilai pasti nominal barang bukti tersebut belum ditaksir.

Sedangkan berkas perkara Nuryanto dan para leader Pandawa Group diserahkan setelah libur cuti lebaran selesai atau paling lambat 4 Juli 2017. "Setelah lebaran berkasnya diserahkan untuk disidangkan," ucapnya.

Otak investasi bodong

Para tersangka‎ dijerat pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penggelapan, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 3, 4, 5 dan 6 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Mereka terancam pidana lima tahun penjara. Namun, Nuryanto terancam pidana penjara lebih tinggi lagi karena diduga sebagai otak beroperasinya investasi bodong tersebut.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan seluruh kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan Pandawa Group, Kota Depok karena berpotensi merugikan masyarakat dan melanggar Undang - Undang tentang Perbankan. Pandawa telah menghimpun dana masyarakat dengan tawaran bunga investasi tinggi. Nuryanto dan sejumlah pengikut sempat kabur dan ditangkap di Tangerang.‎

Sebelumnya, penyidik kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok menggeledah Kantor Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group di Jalan Meruyung, Limo, Kota Depok, Senin 13 Februari 2017. Sejumlah barang koperasi seperti berkas dokumen, komputer, CPU, keyboard, printer, hingga foto pengurus dibawa penyidik.

Sementara itu, Pimpinan Pandawa Group Salman Nuryanto juga akhirnya ditangkap aparat Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya. Salman dicokok setelah menghilang dari kediamannya di Perumahan Palem Ganda Asri Limo, Depok.***

Baca Juga

Pencuri Sepeda Motor Tewas Baku Tembak dengan Polisi

DEPOK, (PR).- Baku tembak antara pelaku pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Swadaya 1, RT 3 RW 11, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin, 30 Oktober 2017.