Kontrakan Jadi Gudang Ganja 133 Kilogram

Ilustrasi/DOK PR
Petugas saat akan melakukan pemusnahan barang bukti ganja.*

CIBINONG,(PR).- Polisi mengungkap jaringan narkotika jenis ganja di salah satu kontrakan Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kontrakan itu diduga menjadi gudang penyimpanan ganja kering siap edar seberat 133 kilogram yang dikirim langsung dari Aceh.

Kepala Polisi Resor Bogor Andi M Dicky Pastika mengatakan jajarannya menangkap seorang pelaku di lokasi berinisial IHM (36). Barang bukti yang disita berupa 132 bungkus ganja masing-masing seberat satu kilogram.

"Biasanya ganja sebanyak itu bisa habis dalam satu minggu," kata Dicky saat gelar kasus di markasnya,  Senin, 19 Juni 2017. Pelaku mengaku baru pertama kali menjalankan bisnis tersebut namun polisi meyakini pelaku sebagai pemain lama dan profesional. 

Menurut Dicky, aktivitas pelaku di kontrakan tersebut sudah lama dipantau petugas. Petugas juga melakukan penelusuran asal barang bukti yang disuplai dari Aceh. Menurut hasil pemeriksaan sementara, pelaku dipasok ganja seberat rata-rata 100 kilogram dari seorang bandar yang masih dilacak keberadaannya oleh petugas.

Dari penyelidikan lebih lanjut, petugas juga menangkap pelaku lain berinisial BT (33). Dicky mengatakan petugas juga mendapatkan barang bukti berupa satu bungkus ganja seberat satu kilogram dari pelaku. Pelaku kedua diketahui sebagai pengecer atau pengedar kecil yang biasa dipasok oleh BA.

Terakhir, Dicky mengatakan jajarannya juga menangkap seorang pelaku lainnya berinisial IP (26). Pelaku ditangkap bersama barang bukti narkoba jenis sabu seberat 20,4 gram. "Kasus ini masih kita kembangkan, karena biasanya peredaran narkoba meningkat jelang lebaran," katanya melanjutkan.

Dicky Pastika Gading menyatakan pengguna narkotika jenis ganja di wilayah Bogor relatif tinggi. Ia mengakui jumlah barang bukti ganja yang disita tahun ini lebih sedikit dari tahun ​ sebelumnya mencapai sebanyak 1,8 ton. menjadi 133 Kilogram namun jumlah tersebut masih tergolong cukup tinggi.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor Andri Alam Wijaya menduga jaringan narkoba yang diungkap kali ini melibatkan narapidana salah satu lembaga permasyarakatan di Bogor. "Masih dalam penyelidikan kami, yang pasti narapidana yang terlibat bisa diperberat hukumannya," katanya menambahkan.

Andri mengatakan, para pelaku yang tertangkap kali ini diancam pasal 114, 111 dan atau pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman delapan tahun sampai 15 tahun atau pidana seumur hidup dan pidana denda sebesar Rp1 Miliar hingga Rp10 Miliar.***

Baca Juga

Polres Kota Bogor Musnahkan 9.000 Obat Terlarang

BOGOR, (PR).- Satuan Narkoba Polisi Resor Kota Bogor menangkap 125 pelaku dari sekitar 80 kasus peredaran narkoba sepanjang Januari-Agustus 2017. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti narkoba dari sejumlah temuan yang belum terungkap pelakunya.

bima arya bogor kemerdekaan indonesia (8).JPG

Foto-foto Wali Kota Bogor Kena Pukulan Telak Saat Agustusan

BOGOR, (PR).- Berbagai perlombaan rakyat digelar pada Pesta Rakyat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 2017 di Lapangan Kampung Babakan Kelurahan Ciluar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Kamis 17 Agustus 2017.

Kota Bogor Belum Siap Batasi Sepeda Motor

BOGOR, (PR).- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menggulirkan wacana pembatasan sepeda motor yang melintasi sejumlah ruas jalan nasional di wilayahnya.