Hindari Jalur Puncak pada hari H dan H+1 Lebaran

Pemudik/DEDEN IMAN/PR
PEMUDIK sepeda motor melintas di Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 19 Juni 2017. Untuk menghindari kepadatan saat puncak arus mudik, sejumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor sudah mulai banyak terlihat di jalanan pada H-6 Lebaran.*

CIBINONG, (PR).- Jalur Puncak Kabupaten Bogor diperkirakan mengalami penumpukan kendaraan paling banyak pada hari Lebaran 2017 dan satu hari setelahnya (H+1). Para pengendara diminta mempersiapkan diri dan memastikan kondisi kendaraannya untuk menghindari kecelakaan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Supriyanto menduga penumpukan kendaraan di jalur Puncak pada lebaran tahun ini meningkat. Peningkatan kendaraan menurut dia dipicu hari raya yang bertepatan dengan akhir pekan.

"Kawasan Puncak lebih banyak dikunjungi wisatawan terutama pada musim liburan," katanya seusai memimpin apel pasukan di kantor Dishub Kabupaten Bogor, Senin 19 Juni 2017 sore. Dari data jumlah kendaraan bermotor pada momentum yang sama tahun lalu, terjadi penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski belum bisa dipastikan ada kenaikan dibanding tahun lalu, Supriyanto mengimbau masyarakat yang akan melintasi jalur Puncak tetap waspada. Ia meminta mereka mengikuti arahan petugas kepolisian yang berjaga. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi yang disiarkan media massa maupun kepolisian atau lembaga pemerintah terkait.

Jembatan Cipamigkis tak bisa digunakan

Supriyanto mengakui pemerintah daerah maupun kepolisian setempat masih memfokuskan pengamanan arus lalu lintas di jalur Puncak. Jalur lain yang biasa digunakan setiap arus mudik seperti melalui Jembatan Cipamingkis Kecamatan Jonggol kali ini tidak bisa digunakan.

"Sebaiknya pemudik yang biasa melalui jembatan itu memilih jalur lain seperti lewat wilayah Bekasi," kata Supriyanto. Menurut dia, jalur alternatif setelah jembatan Cipamingkis rusak belum layak digunakan untuk jalur mudik karena kondisi jalan tidak padat dan berlumpur saat hujan. Pihaknya mengaku telah menempatkan rambu-rambu di lokasi tersebut agar pengendara lebih waspada.

Sementara itu, ribuan personel gabungan polisi, militer, dinas perhubungan, lembaga swadaya masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor diterjunkan dalam pengamanan arus mudik lebaran 2017. Sebanyak 1.900 personel di antaranya disiagakan Kepolisian Resor Bogor untuk mengamankan wilayah Kabupaten Bogor.

Pusat keramaian jadi prioritas

Kepala Polres Bogor, Andi M Dicky Pastika mengaku akan menyebar jumlah polisi itu di 22 Pos Pengamanan (Pospam) dan 202 Pos Penjaga dan Pengatur (Gatur). Ia memastikan kekuatan yang diturunkan jajarannya sudah maksimal demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan balik.

Dicky mengatakan fokus pengamanan, dilakukan di pusat-pusat keramaian, rumah ibadah, kantor pemerintahan dan juga jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor. "Wilayah Bogor khususnya Puncak selalu ramai pada Hari Lebaran hingga akhir masa liburan. Sedangkan arus mudik dan balik jumlahnya tidak begitu banyak," katanya seusai gelar pasukan Senin siang.

Dari pengalamannya, jalur mudik di wilayahnya hanya menjadi perlintasan bagi pemudik dari Jakarta menuju wilayah Sukabumi dan Cianjur. Dicky menyebut jumlah pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Bogor jauh lebih kecil dibandingkan arus mudik di Jalur Pantai utara maupun Selatan.***

Baca Juga

Puncak Bogor Berkabut, Pengendara Diimbau Waspada

CIBINONG, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan hujan disertai angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah selatan Kabupaten Bogor sepanjang akhir pekan ini.

Aprindo Tolak Larangan Pajang Rokok

BOGOR, (PR).- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menentang Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang melarang memajang produk rokok di toko-toko ritel modern Kota Bogor.