Bupati Purwakarta Pertanyakan Pernyataan 20 Persen Warga Jabar Anti-Pancasila

Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi/MOCH. IQBAL MAULUD/PR

PURWAKARTA, (PR).- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mempertanyakan hasil survei yang menyatakan 20 persen warga Jawa Barat anti-Pancasila. Hal tersebut diketahui Dedi setelah banyak akun di media sosial mengutip pernyataan tersebut.

‎"Ini lembaga survei yang‎ mana yang menyatakan 20 persen warga Jabar tolak Pancasila. Saya yakini warga Jabar adalah mayoritas pendukung Pancasila. Kalau 20 persen jadi sekitar 7 juta masyarakat Jabar anti Pancasila," kata Dedi Mulyadi di kediamannya pada Senin 19 Juni 2017.

Menurut Dedi dirinya telah berkeliling Jawa Barat, bahkan sudah bertahun-tahun. "Mayoritas warga Jabar itu cinta Pancasila, bahkan sering mengalah di kampungnya sendiri. Sehingga warga Jabar saya jamin sangat toleran," ujarnya.

Dedi pun siap membuktikan bahwa mayoritas warga Jabar mendukung Pancasila. Pihaknya akan melakukan survei dengan jumlah lebih banyak di setiap daerah.

"Random surveinya berapa? dan hasil segitu mempresentasikan siapa, apakah itu mempresentasikan seluruh warga Jabar atau hanya beberapa sampel saja?," ujarnya.

Survei khusus tersebut, kata Dedi, pihaknya akan meminta bantuan Institut Pancasila Purwakarta. Mereka nantinya akan melakukan survei langsung ke masyarakat di desa-desa se-Jawa Barat. Sehingga hasilnya nanti akan memberikan alat ukur yang lebih objektif.

"Saya minta melakukan survei dengan jumlah responden tiga kali lipat dari responden yang dijadikan rujukan hari ini. Selain itu pun Institut Pancasila Purwakarta dipersilakan dibantu oleh para stakeholder di Jabar," ujarnya.

Dalam aspek analisa secara ilmiah, dirinya selaku budayawan Sunda menolak pernyataan bahwa 20 persen warga Jabar tolak Pancasila. "Saya tidak ngomong siapapun. Tetapi yang ngomong 7 juta warga Jabar menolak Pancasila, saya meragukan kebenaran pernyataan tersebut," ujarnya.

Dengan adanya informasi ini membuat warga Jabar merasa dipojokkan. Selain itu menjadikan daerah ini dianggap memiliki masyarakat yang anti Pancasila.

"Bahkan stigma masyarakat yang selama ini tak ada masalah justru dengan informasi ini mengganggu masyarakat. Adapun daerah Jabar dinilai sebagai daerah intoleran bukan berarti tidak mengakui Pancasila," ujarnya.

"Saya memahami orang Jabar tuh toleran, kultur loh saya ngerti kultur Jabar. Jawa barat itu tidak sengeri yang orang lain bayangkan. Jawa barat itu biasa biasa saja. Intoleran bukan berarti tidak Pancasila dan yang saya pahami, orang Jawa Barat itu toleran dan pendukung setia Pancasila," ujarnya.

Namun menurut Dedi, dirinya mengakui bahwa masyarakat Jabar itu terkadang menjadi silent majority. "Memang masyarakat Jabar jarang bicara, sehingga terkadang di dominasi," ujarnya.***

Baca Juga

Dedi Mulyadi Jemput Warganya yang Terlantar di Arab Saudi

‎PURWAKARTA, (PR).- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjemput warganya, Irwanto Samin bin Apan (54) di Bandara Soekarno-Hatta. Irwanto merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terlantar selama 4 tahun di Arab Saudi.