Puaskah Warga Jabar Atas Kepemimpinan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar?

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar/HUMAS PEMPROV JABAR

JAKARTA, (PR).- Menjelang Pilgub Jabar 2018, Poltracking Indonesia memetakan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemprov Jabar yang dipimpin Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Ada tiga aspirasi utama dari masyarakat Jabar terhadap kinerja pemprov.

Penilaian masyarakat terhadap kinerja Pemprov Jabar itu dilakukan Poltracking Indonesia melalui survei yang dilakukan 18-24 Mei 2017. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyebutkan, survei dilaksanakan melalui metode stratified multistage random sampling.

Jumlah responden 800 orang dengan margin of error kurang lebih 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan, katanya, dengan sangat ketat melalui spotcheck lapangan 25% secara acak. Dilakukan callback pada seluruh responden, double entry dilakukan melalui web aplikasi dan input data kuesioner.

"Proses data dikawal secara ketat dengan dicek kembali secara acak ke dokumen hasil wawancara," katanya pada saat konferensi pers, Kamis 8 Mei 2017. Acara itu bersamaan dengan hasil survei mereka terhadap 5 figur yang berpotensi menjadi kandidat kuat dalam Pilgub Jabar 2018.

Terkait dengan penilaian kinerja pemerintah, dipetakan penilaian masyarakat terhadap Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Untuk penilaian terhadap Ahmad Heryawan, publik tergolong puas dengan kinerjanya. Persentase kepuasannya mencapai 64,26%. "Secara kuantitatif, angka kepuasan relatif tinggi karena berada di atas 50%," kata Hanta.

Untuk penilaian terhadap Deddy Mizwar, publik yang puas dengan kinerjanya sebesar 52,38%. Secara kuantitatif, kata Hanta, tingkat kepuasan terhadap Deddy jauh di bawah Heryawan. "Meskipun tingkat kepuasan terhadap Deddy masih relatif cukup baik karena di atas 50%," katanya.

Indikator penilaian

Terdapat empat indikator yang menunjukkan keberhasilan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar di mata publik. Keempat indikator itu yakni pelayanan kesehatan yang terjangkau (63,75%), pendidikan yang terjangkau (61,13%), pembangunan infrastruktur jalan raya (57,13%), dan pelayanan publik (46,13%).

Sementara ada tiga indikator lainnya yang menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Ketiga indikator itu yakni pemberantasan korupsi (20%), perikanan, perairan, dan kelautan (18,13%), dan penataan pertambangan (9,75%). Persentase kepuasan publik di ketiga sektor itu dinilainya masih sangat rendah.

Hanta mengatakan, terlepas dari pimpinan Jabar yang akan maju nanti, setidaknya publik memiliki penilaian tersendiri atas program pemerintah yang harus diutamakan bagi kemaslahatan masyarakat. Ada tiga program yang harus diutamakan pemerintah karena publik menilainya sebagai yang paling mendesak. Ketiga program itu yakni menggendalikan harga kebutuhan pokok (32%), menciptakan lapangan kerja (22,50%), dan pendidikan gratis (10,80%).

Menurut dia, siapapun figur yang ingin maju sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, hendaknya memperhatikan ketiga isu tersebut. "Isu-isu tersebut menjadi aspirasi publik yang penting diperhatikan para calon gubernur dan calon wakil gubernur," katanya.***

Baca Juga

Wagub Demiz: Jadikan Pilkada Pesta Demokrasi Bukan Pemecah Belah

JAKARTA, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menjadi pembicara dalam expert meeting "Menyongsong Pilkada Serentak yang Berkualitas di Lumbung Suara." Kegiatan ini digelar oleh Pusat Penelitian Politik (P2P) Lemba