Hari Kartini, Jurnalis Perempuan Tasikmalaya Pakai Kebaya dan Bagikan Mawar 

Kebaya di Hari Kartini/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PARA jurnalis perempuan Tasikmalaya dengan balutan kebaya membagikan 100 kuntum bunga dan stiker kepada wanita dalam rangka Hari Kartini di area Taman Tasikmaya, Jumat, 21 April 2017. Para jurnalis perempuan berharap peringatan Hari Kartini bisa menjadi refleksi diri untuk mengenang kembali semangat Kartini untuk menekan diskriminasi kaum perempuan.*

HARI masih pagi, namun sembilan pewarta wanita di Kota Tasikmalaya sudah berkumpul di Tugu Adipura, Kota Tasikmalaya, Jumat, 21 April 2017. Penampilan mereka tidak seperti biasanya. Kali ini, mereka terlihat anggun dengan balutan kebaya.

Tak ada pena atau kamera di tangan mereka. Namun, mereka membawa puluhan tangkai bunga dan stiker bertuliskan "Maju terus Kartini muda, tuliskan sejarah dengan karya". 

Hari itu para jurnalis wanita Tasikmalaya memang ingin memperingati Hari Kartini dengan cara yang berbeda. Sebelum melaksanakan kegiatan peliputan, terlebih dahulu mereka membagi-bagikan setangkai mawar putih serta stiker ucapan selamat Hari Kartini kepada para wanita pekerja yang mereka temui di jalan.

Aksi mereka berlangsung sejak pukul 08.00 dengan lokasi pembagian di area Taman Tasikmalaya, hingga ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya. 

Hampir semua wanita dari berbagai profesi dari mulai petugas kebersihan, guru, petugas lapas wanita, penjaga keamanan, hingga warga binaan wanita tak luput dari sapaan mereka. 

Para jurnalis tak hanya sekadar memberi bunga, namun juga terpantau memberikan santunan kepada wanita pekerja berpenghasilan rendah, dan memperkenalkan diri sebagai jurnalis kepada para wanita yang mereka beri bunga. 

Tinah (50), penjual minuman keliling yang turut diberi bunga nampak berkaca-kaca saat salah seorang jurnalis berkebaya mendekatinya. Tinah mengaku terharu karena baru pertama kalinya mendapatkan bunga di Hari Kartini. 

"Jujur saya baru pertama kali dapat bunga, ya ini memang sederhana tetapi saya senang sekali," kata Tinah. 

Hal serupa juga diungkapkan Euis (50), Kepala SD N Pengadilan,Kota Tasikmalaya. Kepada para jurnalis, Euis mengucapkan terima kasih karena sudah mengingatkan kembali jasa RA Kartini. Melalui setangkai bunga dan selembar stiker, Euis berharap para wanita kembali mengingat semangat Kartini yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Harapan kami ya ke depan para wanita semakin maju. Semua harus mendapatkan pendidikan yang tinggi. Walaupun kelak tidak bekerja, paling tidak mereka akan mendidik anak-anak mereka menjadi generasi penerus bangsa," kata Euis.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya Julianto Budi Prasetya mengaku terkejut atas kunjungan dadakan para jurnalis wanita. Sejauh ini, Juli mengaku hanya mengenal beberapa wartawan wanita, tidak semua seperti sekarang ini. 

"Saya kira jurnalis wanita itu sedikit, ternyata lumayan banyak. Ya pesan saja semoga Hari Kartini bisa jadi refleksi bagi para wanita untuk mengejar mimpi. Tetapi ingat, tetap harus kembali ke fitrah wanita sebagai ibu rumah tangga," kata Juli. 

Perwakilan jurnalis perempuan Tasikmalaya, Tina Agustina mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan spontan para wartawan. Selama ini, para jurnalis perempuan Tasikmalaya belum pernah menyelenggarakan acara serupa. 

Para jurnalis perempuan juga ingin mengenalkan kepada masyarakat akan profesi wartawan. Menurut Tina, selama ini, pekerjaan jurnalis bagi sebagian wanita masih dianggap pekerjaan yang tabu.

"Kami hanya ingin mengobarkan semangat Kartini masa kini. Ya misalnya kami ini, walaupun perempuan, tetapi kami bisa bekerja sebagai wartawan yang pekerjaanya di lapangan. Ya tantangan kita hanya membagi waktu saja, antara keluarga dengan pekerjaan," kata Tina.

Aksi Kopri

Aktivis Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Ciamis memanfaatkan  momentum Hari Kartini dengan aksi turun ke jalan.  Mereka memusatkan aksinya dii perempatan Tonjong, Ciamis,yang merupakan jalur utama Ciamis.

Selain menggelar mimbar bebas secara bergantian, mereka juga membagikan bunga dan selebaran kepada perempuan yang tengah berhenti di tempat tersebut.

Sebelum bergerak ke lokasi perempatan Tonjong, massa aksi berkumpul di Alun-alun Ciamis.Meskipun massa tidak banyak,akan tetapi menyedot perhatian penggguna jalan.

Sementara itu dalam orasinya, mereka mendengiungkan soal emasi wanita dan perjuangan R.A. Kartini. Aksi yang dimaksudkan sebagai refleksi Hari Kartini dalam memerjuangkan  kesetaraan wanita.

"Dahulu perempuan hannya dianggap hanya berperan di dapur,sumur dan kasur. Sekarang hal itu sudah tidak relevan lagi. Bahkan saat ini banyak prestasi perempuan diatas kaum laki-laki,"  tutur Koordinator aksi KOPRI,  Zaina. Hal serupa dikemukakan Ketua Kopri Ciamis, Elma Opita Dewi. Dia juga mengaku prihatin dengan masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.(Nurhandoko Wiyoso)***

Baca Juga

Tarif RSUD dr Soekardjo Naik Enam Kali Lipat

TASIKMALAYA, (PR).- Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD Kota Tasikmalaya berencana menaikkan tarif pelayanan kesehatan di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Tersangka calo IPDN

Mengaku Kenal Orang Dalam, PNS Jadi Calo IPDN

TASIKMALAYA,(PR).-  SR (33) hanya bisa tertunduk malu dan menitikkan air mata, saat penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya menggelandangnya ke rutan Polresta Tasikmalaya, Senin, 7 Mei 2017.