Warga Cisarua Terancam Bencana Alam

Ilustrasi banjir/ERROL DAOMARA

SUKABUMI, (PR).- Sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) atau 157 jiwa warga di Kampung Cisarua Ulu-Ulu, RT 05/04, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, kabupaten Sukabumi, Kamis, 20 April 2017 dihimbau waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaraja memerintahkan warga yang berada tidak jauh dari bantaran sungai Cibentang mengungsi.

“Kami telah diperintahkan agar warga di Kampung Cisarua yang berada persis di bantaran sungai Cibeurem untuk segera mengungsi. Terutama bila hujan deras mengguyur kawasan itu,” kata salah seorang warga Cisarua Ulu Ulu, Andi Supriyatna.

Dia mengatakan, bencana tanah longsor akibat meluap sungai Cibeureum tidak hanya mengancam warga. Tapi meluap sungai telah menyebabkan sebagian badan Jalan dan Jembatan Cibeureum amblas sehingga nyaris terputus.

Jalan jembatan ablas yang diperkirakan mencapai panjang 7 meter, tinggi 7 meter, lebar 2 meter yang menghubungi sejumlah desa di Kecamatan Goal para kini tersisa kurang setengahnya.

“Lini jalan dan jembatan amblas hingga menyumbat badan sungai. Sehingga ketika hujan deras telah memicu arus sungai meluap dan mengancam pemukiman warga yang berada tidak jauh dari badan jembatan,” katanya.

Sebenarnya, kata Andi Supriyadi, bencana amblas jalan telah berlangsung untuk kedua kalinya. Namun bencana kali ini relative lebih besar dibandingan tiga hari sebelumnya. Bahkan meluap sungai Cibeureum dikahawtirkan berpontensi meluas sehingga seluruh badan jalan amblas.

“Tapi yang lebih dicemaskan gerusan tanah yang berada disekitar jalan akan menyumbat dan aliran sungai meluber mengancam pemukiman warga,” katanya.

Andi Supriyadi mengatakan berbagai upaya untuk mengantisipasi meluap sungai yang menyebabkan pemukiman warga terpapar bencana telah dilakukan. Tapi perbaikan yang dilakukan warga belum optimal. Perbaikan dan menyingkiran material tanah disertai batu hanya dilakukan dengan secara manual.

“Warga belum yakin menyingkian material berhasil. Tidak menutup kemungkian saat hujan deras disekitar kawasan akan kembali tergerus bencana serupa,” katanya.***

Baca Juga

Ratusan Santri Menangis dalam Aksi Solidaritas Rohingnya

SUKABUMI, (PR).- Ratusan santri dan santriwati di sejumlah pesantren di Kota Sukabumi, Selasa, 5 September 2017 menangis. Mereka tidak kuasa menahan tangis saat mendengarkan orasi aksi solidaritas para pimpinan pondok pesatren.

Sekolah Swasta di Kota Sukabumi Seluruhnya Bangkrut

SUKABUMI, (PR).- Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS),  Minggu 27 Agustus 2017,  memprediksi tiga  tahun kedepan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se-Kota Sukabumi,  terancam akan musnah.