Bupati Cirebon: Kalau Terbukti Salah, Saya Siap Dipenjara

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra/http://www.cirebonkab.go.id

SUMBER, (PR).- Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra membantah tuduhan telah menikah siri dengan Elly Endriyanti, yang berujung dilaporankannya Sunjaya ke polisi dengan tuduhan dugaan penipuan. Meski demikian, Sunjaya menegaskan, dia siap dipenjarakan kalau memang terbukti bersalah. Sebaliknya, menurut Sunjaya, kalau Elly tidak bisa menunjukkan bukti-buktinya, dia harus siap dipenjarakan juga.

Sunjaya bahkan mengaku sudah menelefon Kapolres Cirebon Kota, untuk sesegera mungkin memproses pengaduan tersebut, agar secepatnya menjadi jelas, mana yang salah dan benar. "Kalau memang terbukti saya salah, saya siap dipenjarakan. Tapi kalau dia (Elly, red) yang salah, dia harus siap dipenjarakan," katanya kepada wartawan di Rumah Makan Roso Eco, Jumat, 31 Maret 2017.

Bupati mengungkapkan, pihaknya bakal menggugat balik, kalau Elly tidak bisa memberikan bukti-bukti. Sunjaya menengarai, mencuatnya kasus tersebut tidak jauh dari unsur rivalitas politik menjelang Pilkada 2018.

"Saya tahu ada anggota dewan provinsi, salah seorang kiai dari Pesantren Kempek dan pengacara, dibalik mencuatnya kasus ini," tudingnya.

Sunjaya kemudian membeberkan sejumlah kejanggalan pengakuan Elly melalui pengacaranya, soal janji mengangkat menjadi PNS, nikah siri dan janji memberikan mobil, rumah dan jaminan hidup sebesar Rp 10 juta per bulan.

Menurut Sunjaya, hari pernikahan yang disebutkan Minggu, jelas tidak mungkin. Apalagi disebutkan menikah di pendopo. "Kan tidak mungkin saya menikah di hadapan anak istri," tukasnya.

Menurut Sunjaya, selama ini hari Minggu menjadi hari keluarga dan dia tidak pernah menerima tamu. "Seringnya kami sekeluarga pulang ke Cakung, Jakarta," katanya lagi.

Selain itu, waktu pelaporan dengan kejadian yang dilaporkan tahun 2014, menurutnya terlalu jauh. "Kalau memang benar ada pernikahan tahun 2014 kemudian pisah, seharusnya masalahnya kan selesai bersamaan dengan masa iddah. Kenapa baru sekarang muncul," paparnya. Sunjaya mengungkapkan, akibat kejadian itu, citra dia dan keluarganya rusak.

Pengacara Elly, Yudia Alamsyah sepakat dengan Sunjaya soal percepatan penanganan kasus tersebut. "Saya sepakat sekali dengan pernyataan Pak Sunjaya agar segera ditindaklanjuti," katanya kepada wartawan.
Yudia juga mengungkapkan, rencananya yang bakal melayangkan gugatan susulan terkait pernyataan Sunjaya yang melecehkan Elly dengan sebutan janda kampung dan blesak (jelek,red), saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut.

Juladi, ayah Elly yang juga hadir mengungkapkan kondisi putrinya yang stres terkait dengan pernyataan Sunjaya yang menyebut status Elly sebagai janda kampung dan blesak. "Anak saya sampai stres dan tidak nafsu makan saat mendengar sebutan itu. Di televisi juga kan ada," katanya.

Menurut Juladi, Sunjaya menikahi putrinya dengan mahar Rp 5 juta. "Saat itu tidak ada anak dan istri pak Sunjaya," katanya. Namun saat Juladi hendak menyebutkan nama kiai yang menikahkan putrinya, Yudia melaranganya.

Seperti diketahui Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra dilaporkan ke Polres Cirebon Kota oleh seorang yang mengaku sempat dinikahi siri oleh Bupati Cirebon atas dugaan tindak penipuan. Bupati Sunjaya dinilai tidak menepati janjinya yang akan memberikan rumah, mobil dan jaminan hidup setiap bulan Rp 10 juta kepada Elly setelah dinikahi secara siri pada 7 September 2014.***

Baca Juga

Tiba-tiba Anak Panah Menancap di Pelipis Rahmat

CIREBON, (PR).- Seorang siswa SMKN 1 Cirebon bernama Rahmat Setiawan harus menjalani operasi, Senin 15 Januari 2018. Pelipis kanannya tiba-tiba terkena anak panah.

Peta Konflik Dunia Mengarah ke Indonesia

CIREBON, (PR).- Prediksi bakal habisnya cadangan energi fosil dunia pada tahun 2043, bakal mengubah tatanan dunia termasuk peta konflik dunia.