Pemkot Bogor Antisipasi Mogok Lanjutan Sopir Angkot

Massa pengemudi ojek online/ANTARA
ANGGOTA Polresta Bogor Kota membawa senjata laras panjang untuk membubarkan massa ojek online di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Senin 20 Maret 2017. Polisi terpaksa membubarkan massa pengemudi ojek online karena ingin melakukan sweeping terhadap sopir angkot.*

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor melakukan upaya antisipasi untuk mengatasi aksi mogok lanjutan yang dilakukan para sopir angkot terkait kisruh transportasi online.

"Hari ini kemungkinan angkot masih mogok. Kami kerahkan empat truk Satpol PP dan beberapa armada bus PDJT dan dibantu truk dari Polres dan Kodim untuk mengakomodasi warga," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Selasa 21 Maret 2017 seperti dilaporkan Antara.

Bima mengatakan, rencananya, Selasa ini, Pemkot Bogor bersama Polresta Bogor Kota melakukan mediasi antara pengemudi ojek online dan Organda serta sopir angkot untuk meredam panasnya situasi.

Kisruh aksi mogok sopir angkot terkait transportasi online menyebabkan warga kesulitan mendapatkan angkutan umum terutama di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor seperti wilayah Barat dan Timur.

Aksi mogok sempat diwarnai kericuhan yang terjadi di Jalan Sholeh Iskandar antara pengemudi ojek online dengan angkot trayek 32 yang merupakan trayek di Kabupaten Bogor. Kericuhan dipicu adanya informasi yang beredar terkait pengendara ojek yang ditabrak secara sengaja oleh sopir angkot sehingga memicu kemarahan para pengendara ojek online.

Para pengendara ojek online melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Sholeh Iskandar hingga terjadi penumpukan massa. Aparat kepolisian Polresta Bogor Kota pun melakukan langkah pengamanan dan dilaporkan sempat terjadi penembakan ke udara sebanyak tiga kali untuk meredam situasi.

Wali Kota Bogor bersama unsur muspida yakni jajaran Polresta Bogor Kota, Kodim 0606, dan Kadis DLLAJ turun langsung ke lapangan melakukan koordinasi untuk meredam gejolak. Wali Kota juga menjenguk pengemudi ojek online yang dirawat di rumah sakit Hermina, Kota Bogor.

Bima membenarkan pengemudi ojek online tersebut mengalami kecelakaan tetapi bukan ditabrak seperti yang diinformasikan sehingga memicu terjadinya aksi kericuhan. "Korban mengalami kecelakaan sampai kakinya patah tapi ini kecelakaan murni, bukan ditabrak sopir angkot," kata Bima.

Bima juga mengatakan, Pemkot Bogor sudah bertemu dengan sejumlah pengemudi ojek online dan melakukan mediasi. Terkait penabrakan, aparat kepolisian sudah melakukan langkah penyelidikan.***

Baca Juga

Angkot di Kota Bogor Mogok Beroperasi

BOGOR, (PR).- Aksi mogok sopir angkot merambat ke Kota BogorSelasa 21 Maret 2017. Sarana transportasi umum tersebut terlihat tidak beroperasi di sejumlah titik.

Sopir Angkot Kepung Balai Kota Bogor Gelar Aksi Damai

BOGOR, (PR).- Puluhan sopir angkot dari sejumlah trayek di Kota Bogor mendatangi Balai Kota dan melakukan aksi damai menuntut ketegasan pemerintah dalam menyelesaikan kekisruhan antara transportasi konvensional dan online, Selasa 21 Maret 2017.

Cegah Persaingan, Dishub Buat Aplikasi Angkot

SUKABUMI, (PR).- Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kota Sukabumi, Rabu, 22 Maret 2017 membuat aplikasi online untuk ribuan pengemudi angkutan perkotaan (angkot). Langkah tersebut untuk mengantipasi persaingan dengan keberadaan trasportasi online.