Hati-hati, Banyak Perbaikan di Jalan Tol Jakarta Cikampek

Perbaikan Jalan Tol/IRA VERA TIKA/PR
PEKERJA melakukan perbaikan di ruas jalan Tol Cikampek-Jakarta, Jumat 17 Februari2017.*

KARAWANG, (PR).- PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek menyiapkan 8 tim perbaikan jalan berlubang, yang dibagi 7 tim malam hari dan 1 tim saat siang. Untuk jalur arah ke Bandung/Cikampek 5 tim dan sebaliknya arah ke Jakarta 3 tim sedang melakukan perbaikan jalan berlubang.

Perbaikan jalan berlubang dilakukan siang hari pada pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sedangkan pada malam hari dimulai dari pukul 22.00 WIB sampai dengan 5.00 WIB untuk penutupan lubang jalan tol Jakarta Cikampek. Pengawasan lubang terus dilakukan setiap hari. Inspeksi ke lapangan dari Jakarta hingga Cikampek dan sebaliknya untuk mendata lokasi lubang pada ruas Jakarta cikampek.

"Penutupan lubang dilakukan pada pagi dan malam hari untuk mempercepat proses pengerjaan, perbaikan jalan berlubang," ujar Pengawas Lapangan pada Departemen Maintenace Service Management, M. Icksan Kartika, demikian rilis yang "PR" terima, Jumat 17 Februari 2017.

PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek melakukan dua cara memperbaiki jalan berlubang dengan aspal dingin dan aspal panas. Namun, dua cara tersebut tidak bisa menahan lebih lama lubang akibat curah hujan yang begitu deras selama 7 hari ini. "Kami pun menjaga kondisi jalan tol Jakarta Cikampek tidak ada lubang dengan membawa 48 ton aspal per hari," ujarnya.

Jasa Marga pun mengimbau agar pengguna jalan tetap berhati selama masa perbaikan jalan. Pengguna jalan diminta tetap menjaga jarak aman dan gunakan sabuk pengaman. Mengingat cuaca saat ini masih tidak menentu.***

Baca Juga

Program Wanatani Nusantara Ditolak Warga

KARAWANG, (PR).- Ratusan warga yang menamakan diri Masyarakat Karawang Bersatu berunjuk rasa ke kantor bupati Karawang, Jumat 11 Agustus 2017. Mereka sepakat menolak program Wanatani Nusantara yang digulirkan pemerintah pusat.

Dibutuhkan: Tenaga Ahli Keramik

SUBANG, (PR).- Tenaga ahli bidang keramik di Indonesia sangat minim. Padahal, jumlah industri keramik di Indonesia cukup banyak dan membutuhkan banyak tenaga kerja.