Pasar Tanjungsari Akan Jadi Pasar Semimodern

Pasar Tanjungsari/ADANG JUKARDI/PR
AKTIVITAS perdagangan di Pasar Tanjungsari di pinggir ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, cukup tinggi, beberapa waktu lalu.*

SUMEDANG, (PR).- Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, akan merevitalisasi Pasar Tanjungsari menjadi pasar semimodern. Pembangunan pasar tradisional itu, akan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN pemerintah pusat.

"Tahun 2016, kami sudah menyelesaikan pembuatan DED (detail engineering design/detail rancang bangun). Dalam DED, sudah tercantum gambar berikut biayanya. Tahun ini akan kami mengajukan penganggarannya kepada pemerintah pusat. Kalau sudah dianggarkan, tahun depan bisa melangkah pada pembangunan fisik," ujar Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Sumedang, Dicky Rubiana. Ia ditemui usai pelantikan pengurus Ikatan Kerukunan Warga Pasar (Ikwapa) Pasar Tanjungsari di kantor Kecamatan Tanjungsari, Selasa 10 Januari 2017.

Menurut dia, Pasar Tanjungsari akan dibangun dua lantai dengan biaya sebesar Rp 50 miliar. Bangunan pasar akan menampung 672 pedagang pemilik kios serta 700 pedagang kaki lima (PKL). Dengan pembangunan Pasar Tanjungsari semimodern tersebut, semua PKL termasuk PKL yang di luar pasar, semuanya akan disediakan kios. "Nantinya tidak ada lagi PKL di luar pasar," ujar Dicky.

Mengingat Pasar Tanjungsari dianggap biang kemacetan di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, kata dia, sehingga di dalam pasar akan disediakan lahan parkir yang luas. Selain itu, dibuat jalur untuk melintas tiga trayek angkot. Dengan penyediaan jalur angkot, tak ada lagi angkot yang ngetem di depan pasar hingga menyebabkan kemacetan. "Jadi, pembangunannya sudah dirancang supaya tidak menimbulkan kemacetan, terutama disediakan lahan parkir yang luas dan jalur angkot," ucapnya.

Dicky mengatakan, untuk penempatan kiosnya didesain dengan pembagian zonasi. Zona komoditas basahan seperti sayuran, daging dan lauk pauk, akan dipisahkan dengan zona keringan seperti pakaian, makanan, toko emas dan elektronik. Bahkan di lantai 2, akan dibangun sejumlah kios untuk bursa buku. Kios buku itu, sengaja dibangun untuk mengakomodasikan kebutuhan berbagai macam buku bagi para mahasiswa Unpad, ITB, Ikopin dan IPDN di Jatinangor. "Para mahasiswa tak usah jauh-jauh membeli ke Palasari Bandung, cukup di Pasar Tanjungsari," tuturnya.

Disinggung alasan pembangunan Pasar Tanjungsari tidak menggunakan dana investor, ia menuturkan, para pedagang menginginkan pembangunan pasar tersebut dibangun dan dibiayai oleh pemerintah, bukan oleh investor. Jika dibiayai oleh investor, mereka tak sanggup untuk membeli dan membayar cicilan kiosnya. Sementara jika dibangun oleh pemerintah, pedagang tinggal membayar retribusi pasar. “Jadi, para pedagang sendiri yang ingin pasarnya dibangun oleh pemerintah, bukan investor,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikwapa Pasar Tanjungsari Aan Rusmana mengatakan, para pedagang setuju dan akan mendukung revitalisasi Pasar Tanjungsari, asalkan biayanya dari pemerintah. Sebab, revitalisasi pasar itu merupakan program pemerintah. Terlebih Pasar Tanjungsari dinilai masih layak pakai dibanding pasar tradisional lainnya di Kabupaten Sumedang. Hanya saja, untuk mengangkat daya saing pasar tradisional dengan menjamurnya pasar modern, sehingga Pasar Tanjungsari ini harus dibangun supaya lebih bagus dan nyaman untuk konsumen. “Silakan dibangun juga, asalkan biayanya bukan dari masyarakat (pedagang-red) tapi dari pemerintah,” katanya.

Ditanya rencana revitalisasi Pasar Cimanggung di Jalan Parakanmuncang, Kec. Cimanggung, Dicky mengatakan, rencana pembangunan Pasar Cimanggung, tahun ini akan dibuatkan DED. Pembuatan DED-nya sudah dianggarkan dalam APBD Kab. Sumedang tahun ini. Upaya lainnya, Pemkab Sumedang akan mencabut nota kerjasama pembangunan Pasar Cimanggung dengan pihak ketiga atau investor. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi, pihak ketiga tidak melakukan aktivitas dan progres positif dalam pembangunan Pasar Cimanggung. Hal itu, sejak nota kerjasama dibuat dan ditandatangani tahun 2012 lalu.

"Jadi, sejak tahun 2012 lalu, tidak ada kegiatan maupun langkah-langkah yang dilakukan pihak ketiga. Pencabutan kerjasama ini sudah dibahas bersama Asisten Pembangunan, Bagian Hukum dan Bagian Kerjasama. Pemda pun akan mengirimkan surat teguran kesatu hingga ketiga kepada pihak ketiga,” ucapnya.***

Baca Juga

Terminal Ciakar

Hadapi Arus Mudik, Masyarakat Harus Jeli Pilih Kendaraan Umum

SUMEDANG, (PR).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang akan melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Hari Raya Idulfitri  1438 H. Pemerintah akan memeriksa kelaikan kendaraan angkutan lebaran, kesiapan jalan alterna