Jalan di Kuningan tak Lagi Mulus

Jalan rusak di Kuningan/NURYAMAN/PR
MOBIL dan sepeda motor melintasi jalan dengan aspal mengelupas di ruan sajan Soekarno-Hatta atau Jalan Lingkar Cijoho, di kawasan kota Kabupaten Kuningan, Kamis 12 Januari 2017. Sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan provinsi di Kabupaten Kuningan kini banyak diwarnai kerusakan.*

KUNINGAN, (PR).- Ruas jalan di Kabupaten Kuningan yang sempat dikenal mulus dan membuat nyaman pengemudi dan penumpang kendaraan, kini tak lagi demikian. Permukaan sejumlah ruas jalan kabupaten, termasuk jalan provinsi dan jalan nasional di daerah tersebut saat ini banyak sekali diwarnai kerusakan.

Bentuk kerusakannya bermacam-macam mulai dari sekadar aspal mengelupas, berlubang, dan bergelombang, batu pengeras terangkat berantakan, ambles, hingga adanya beberapa titik jalan yang semula berlapis aspal mulus menjadi alur jalan berlumpur tanpa lapisan aspal.

Kondisi kerusakan jalan seperti itu banyak ditemukan di sejumlah ruas jalan kabupaten di antaranya di sepanjang ruas jalan penghubung Kecamatan Luragung-Ciwaru-Cilebak-Subang dan ruas jalan Cipasung-Subang pengubung Kecamatan Darma-Selajembe-Kecamatan Subang, serta di jalan-jalan poros desa.

Tidak hanya itu, ruas jalan provinsi dan jalan nasional yang berada di wilayah Kuningan pun kini banyak diwarnai kerusakan berupa aspal yang mengelupas, berlubang, dan bergelombang.

Namun, kerusakan jalan di ruas jalan nasional dan provinsi yang ada di Kuningan tidak separah dan kondisi kerusakan di ruas-ruas jalan kabupaten dan jalan poros desa.

"Perjalanan Kuningan-Cirebon saja sekarang tidak nyaman, kecepatan rendah karena jalan rusak menambah panjang antrean kendaraan, terutama pagi dan sore hari,” tutur Deni (38), warga Kelurahan Cirendang, Kuningan. Kamis 12 Januari 2017.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kuningan Jajat Sudrajat juga tidak menampik jika di daerahnya kini banyak ruas jalan yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun rusak berat. Namun dia menyatakan sejauh ini belum memiliki data rinci jumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan volume kerusakannya.

"Untuk mengetahui hal itu, sekarang kami sedang melakukan inventarisasi. Hasilnya nanti akan kami ekspos. Nanti kami undang para camat, juga rekan-rekan wartawan supaya disampaikan kepada masyarakat. Tujuanya agar masyarakat mengetahui persis ruas jalan mana saja dan bagian-bagiannya yang akan mendapatkan perbaikan, baik berupa peningkatan atau pemeliharaan di tahun anggaran 2017 ini," kata Jajat Sudrajat.***

Baca Juga

Antisipasi Kecelakaan, Lima Bus tak Layak Jalan Dipaksa ke Garasi

KUNINGAN, (PR).- Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan bersama Kepolisian Resor (Polres) Kuningan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kuningan menggelar inspeksi mendadak terhadap setiap bus angkutan umum di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Senin, 1 Mei 2017.

kukang

30 Kukang Hasil Sitaan Dilepas di Gunung Ciremai

KUNINGAN, (PR).- Sebanyak 30 ekor kukang jawa (nycticebus javanicus) hasil penyitaan penegak hukum dilepasliarkan ke dalam kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kamis 11 Mei 2017.

SEJUMLAH  aktivis lingkungan di Kabupaten Karawang menanam bibit mangrove di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, 26 Februari 2015 lalu. Kini  mangrove yang ditanam itu dilaporkan mati akibat sering diterjang gelobang pasang air l

30.600 Ha Hutan Mangrove Rusak, Ini yang Bisa Dilakukan

CIKARANG, (PR).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, dari 32.000 hektare hutan mangrove yang ada di Jawa Barat, hanya 1.400 hektare yang kondisinya baik. Sebanyak 30.600 hektare sisanya dinyatakan rusak parah.