Kemiskinan Jadi Sorotan Dalam Debat Publik Pilkada Kota Tasikmalaya

Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tasikmalaya mengikuti debat publik yang digelar KPU Kota Tasikmalaya di Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu 11 Januari 2017/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Isu kesenjangan sosial dan kemiskinan menjadi sorotan dua pasangan calon pada Debat Publik Pemilihan Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tasikmalaya di Hotel Santika Tasikmalaya, Rabu 11 Januari 2016 malam. 

Sementara pasangan petahana dengan nomor urut 2, Budi Budiman-Muhammad Yusuf mengklaim angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan selama masa pemerintahannya. 

Seperti yang disampaikan pasangan calon nomor urut 1, Dicky Candranegara-Denny Romdoni misalnya. Dalam pemaparan visi dan misi selama 3 menit, Dicky menilai kesenjangan sosial di Kota Tasikmalaya cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya pada 2016. 

Menurut Dicky, tingginya angka kemiskinan di Tasikmalaya terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang hanya terpusat di kota, belum merambah di daerah pinggiran. 

"Dari data BPS disebutkan, Kota Tasikmalaya merupakan kota termiskin di Jawa Barat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Yang kaya makin kaya, sementara yang miskin semakin bertambah, " ucap Dicky dalam paparannya. 

Dicky pun menawarkan berbagai program yang dinilai mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat Kota Tasikmalaya. Salah satu yang belum dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Dicky, mengemas seni budaya dan pariwisata menjadi komoditas ekonomi. 

"Pemerintah belum begitu peka untuk menjadikan seni budaya dan pariwisata jadi sektor perekonomian. Saya berharap siapapun yang jadi wali kota nanti bisa menjadikan Tasikmalaya sebagai kota ekonomi kreatif yang betul-betul nyata," kata Dicky. 

Pasangan calon nomor urut 3, Dede Sudrajat-Asep Hidayat juga menyoroti ketimpangan pembangunan di Kota Tasikmalaya. Ketimpangan tersebut dinilai memicu kesenjangan ekonomi di Kota Tasikmalaya. Dede-Asep juga menilai alih fungsi lahan semakin tak terkendali. 

"Kemiskinan itu fakta di Tasikmalaya dan membutuhkan penanganan serius. Solusinya, kita benahi kebocoran pajak asli daerah dan meningkatkan lahan pertanian berkelanjutan agar pembangunan lebih terkendali," kata Asep Hidayat.
 
Sementara itu, pasangan calon nomor 2, Budi Budiman-Yusuf mengatakan, sejauh ini laju pembangunan Kota Tasikmalaya dalam kondisi positif. Angka kemiskinan hingga pengangguran menurut Budi mengalami penurunan pada masa kepemimpinannya. Demikian pula pembangunan infrastruktur di Kota Tasikmalaya. 

"Angka kemiskinan dari 2012 hingga 2016 mengalami penurunan hingga 3 persen, demikian pula pengangguran dari 7 persen jadi 5 persen. Posisi kita on the track, kita lanjutkan pembangunan yang sudah kita lakukan," kata Budi. 

Memanas 
Pada sesi pendalaman visi dan misi dan tanya jawab pasangan calon, situasi debat publik sedikit memanas. Masing-masing pasangan calon sedikit ”menyerang” petahana yang dinilai mengklaim keberhasilan pembangunan di Kota Tasikmalaya. 

Seperti yang dilontarkan calon wakil wali kota nomor urut 1, Denny Romdoni. Denny meminta Budi Budiman tidak mengklaim bahwa keberhasilan pembangunan adalah jasanya. Menurut dia, DPRD Kota Tasikmalaya juga punya andil dalam percepatan pembangunan. 

"Jadi jangan asal klaim keberhasilan, DPRD juga punya andil mengusulkan, kita punya hak bujet," kata Denny. 

Hal serupa juga diungkapkan calon wali kota nomor urut 3 Dede Sudrajat. Dede menilai kemajuan pembangunan di Kota Tasikmalaya tak hanya sukses berkat jasa Wali Kota Tasikmalaya, namun Wakil Wali Kota juga berkontribusi. 

"Keberhasilan Unsil menjadi universitas negeri tidak hanya berkat wali kota, dua periode saya menjabat sebagai Wakil Wali Kota dan sejak zaman itu kami berupaya untuk menjadikan Unsil sebagai universitas negeri," kata Dede. 

Debat publik berlangsung mundur sejam dari jadwal yang ditetapkan. Dari pantauan, ratusan simpatisan memenuhi ruangan debat publik, bahkan terkesan kelebihan muatan. Debat terbagi menjadi enam segmen mulai dari paparan visi misi hingga tanya jawab pasangan calon.***

Baca Juga

Kunjungi Korban PCC, Bupati Tasikmalaya Khawatir

SINGAPARNA,(PR).- Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa 9 korban overdosis obat keras yang diduga berjenis hexymer.

Dua Anak Asal Bandung Ditelantarkan di Masjid dengan Surat Wasiat

SINGAPARNA,(PR).- Dua bocah bernama Dimas Raditya Gumilang (7) dan Puspa Laksmi Dewi (4) diduga diterlantarkan kedua orang tuan ya di sebuah masjid Serbabakti, Suryalaya, Desa Tanjungkerta, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 14 Okt

Elpiji Subsidi Meledak, Suami Istri Luka Parah

SINGAPARNA, (PR).- Sebuah gas elpiji tiga kilogram meledak di rumah kontrakan di Kampung Kiarakuda, RT 01 RW 07, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 21 Oktober 2017 pukul 4.00 WIB.