Enam Terdakwa Narkoba Divonis Mati

Vomis Mati/ANI NUNUNG/PR
Enam Terdakwa dari kiri ke kanan: Karun, Abeng, Acay, Ricky Gunawan, Jusman, dan M Rizky (paling kanan). Mereka adalah terdakwa perkara narkoba sabu-sabu seberat 39,5 kg dan 200.000 ekstasi yang melibatkan jaringan internasional dan dijatuhi hukuman mati oleh mejelis hakim Pengadilan Cirebon dalam sidang yang digelar Rabu 11 Januari 2017. Sedangkan terdakwa Fajar (kedua dari kanan) dihukum 10 tahun penjara.*

CIREBON, (PR).- Enam terdakwa perkara narkoba sabu-sabu seberat 39,5 kilogram dan 200.000 ekstasi yang melibatkan jaringan internasional dijatuhi hukuman mati oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri Cirebon dalam sidang yang digelar Rabu 11 Januari 2017. 

Keenam terdakwa itu adalah M Rizky (32) warga Kabupaten Kuningan, Jusman (53) warga Selat Panjang Riau, Ricky Gunawan (35) warga Kebun Jeruk Jakarta Barat, Sugianto alias Acay (35) warga Dumai Riau, Yanto alias Abeng (35) warga Dumai Riau, dan Karun (41) warga Selat Panjang Riau. Sedangkan seorang terdakwa Fajar Priyo Susilo (37) warga Pademangan Jakarta Utara, dijatuhi vonis 10 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Sementara itu, dua terdakwa lainnya yang menampung hasil kejahatan yaitu Gunawan Aminah dan Henri Unan warga Selat Panjang Riau masing-masing dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan dijerat melanggar UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tiga di antara terdakwa tercatat sebagai narapidana penghuni Lapas Cipinang Lapas Tanjung Gusta Medan dalam perkara yang sama. Ketiganya yakni Ricky Gunawan penghuni Lapas Cipinang yang berperan sebagai operator, sedangkan Karun dan Yanto penghuni Lapas Tanjung Gusta Medan.

Majelis hakim yang diketuai Mochamad Muchlis menilai, keenam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menerima dan menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram," kata Muchlis dalam amar putusannya.

Majelis hakim menilai, tidak ada hal-hal yang meringankan dari keenam terdakwa, yang menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan putusan. Sedangkan hal yang memberatkan keenamnya tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotika dan obat-obatan terlarang, barang yang mereka edarkan bisa merusak mental genarasi muda. 

"Mereka juga termasuk dalam jaringan internasional yang berada di Indonesia," kata Muchlis. Keenamnya juga telah menerima upah atas perbuatan yang mereka lakukan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, majelis hakim berpendapat hukuman yang diberikan sudah setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan. Pembacaan vonis mati langsung disambut takbir dari pengunjung yang berasal dari ormas Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (Al Manar). 

Putusan untuk lima terdakwa yakni Jusman, Ricky Gunawan, Sugianto alias Acay, Yanto alias Abeng dan Karun, sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Sedangkan untuk terdakwa M Rizky, vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman seumur hidup. Sedangkan vonis untuk Fajar, lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut penjara seumur hidup.

Fajar terlihat langsung sujud syukur di hadapan majelis hakim, begitu mendapat vonis 10 tahun penjara. Vonis terdakwa Gunawan Aminah dan Henri Unan juga lebih ringan dari tuntutan JPU yang dituntut 12 tahun penjara, namun hanya divonis 8 tahun.

Majelis hakim juga mengungkapkan fakta, terdakwa Jusman sudah berkali-kali membawa masuk sabu dan ekstasi dari Malaysia ke Pelabuhan Cirebon dengan kapal motor Bahari II. Pengiriman terakhir masuk ke Pelabuhan Cirebon yang berujung kepada penangkapan sembilan terdakwa, sebanyak 106 kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi.

Saat penggeledahan di mobil dan rumah yang disewa M Rizky dan Fajar, total hanya ditemukan 39,5 kilogram sabu dan 200.000 butir pil ekstasi. "Dari total 106 kg sabu-sabu, sudah diambil oleh Mr X1, Mr X2 dan Mr X3," kata hakim anggota Eti Purwaningsih. Dari pengiriman narkoba berkali-kali ke Cirebon, Jusman sudah menikmati upah sampai Rp 725 juta.

Sidang dengan agenda vonis mendapat atensi banyak kalangan, dari mulai ormas sampai anggota dewan. Kasus sabu dalam jumlah fantastis tersebut memang baru pertama kali terjadi di Cirebon. Atas vonis tersebut JPU dengan tim jaksa terdiri dari Yuke Sinayangsih, Winarti Sukarni, Mustika D, Yendri Aidil dan Irna menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan tim pengacara terdakwa yang menyatakan pikir-pikir.

Budi Sampurno pengacara lima terdakwa Karun, Abeng, Acay, Ricky Gunawan dan Henri Unan mengungkapkan, hakim telah membebankan kesalahan pihak lain kepada terdakwa. Apalagi, katanya, peran terdakwa kan berbeda-beda, namun dalam pertimbangan hukum disamakan.

"Barang haram itu kan jelas dijual oleh Asu dan dibeli oleh Aseng yang disebutkan dari Malaysia. Polisi menetapkan keduanya sebagai DPO, tapi sampai sekarang tidak jelas status DPO-nya. Kalau keduanya ketangkap, saya yakin terdakwa tidak akan mendapat vonis mati," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bisnis haram jaringan internasional, tersebut terbongkar dalam sebuah operasi penyergapan oleh tim dari Direktorat Narkoba Mabes Polri, di dua lokasi terpisah di Cikampek dan Cirebon Maret 2016 lalu. Dalam penyergapan tersebut ditemukan barang bukti 39,5 kilogram sabu dan 200.000 butir ekstasi yang dikemas dalam bungkus makanan ringan. Hasil penyidikan akhirnya menyeret sembilan terdakwa dalam perkara tersebut. Jaringan tersebut ternyata dikendalikan dari Lapas Cipinang dan Tanjung Gusta.***

Baca Juga

4 Orang Pria Ditangkap Saat Pesta Sabu

SUMBER, (PR).- Empat pria yang tengah asyik pesta sabu sabu ditangkap jajaran Polres Cirebon, dalam sebuah penyergapan di perumahan Sunrise Desa Kemantren Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Senin 16 Januari 2017 malam.

Gunungan Sampah TPA Ciledug Longsor

SUMBER, (PR).- Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Ciledug Kabupaten Cirebon, yang berlokasi di bantaran Sungai Cisanggarung longsor, dan masuk ke aliran Sungai Cisanggarung.

Akibat longsoran itu, sampah disertai air lindi yang berbau dan beracun bisa mencemari air sungai.

Gudang Minuman Keras Digerebek Ormas Al Manar

CIREBON, (PR).- Ribuan botol minuman keras dari berbagai jenis dan merk digerebek dari sebuah gudang yang berlokasi di RT 1 RW 8 Karang Anom, Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon, Selasa 10 Januari 2017.

Ibu Rumah Tangga Ini Edarkan Sabu di Indramayu

INDRAMAYU, (PR).- Polisi membekuk seorang ibu rumah tangga di Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. Ibu rumah tangga tersebut dibekuk karena diduga telah mengedarkan narkoba jenis sabu. Dari tangannya, polisi mengamankan 16 paket sabu yang akan dijadikan barang bukti.