Cabai Mahal, Pencuri Cabai Marak

Cabai layu/NURHANDOKO WIYOSO/PR
PENYULUH pertanian menunjukkan tanaman cabai yang layu, di salah satu kebun cabai yang ada di Kecamatan Sukamantri. Tingginya curah hujan mengakibatkan sekitar tujuh persen tanaman cabai di Kecamatn Sukamantri yang merupakan sentra cabai Ciamis, layu. Salah satu penyebab tanaman menjadi layu yakni akibat terserang penyakit antraknosa atau patek.*

CIAMIS,(PR).- Petani di sentra cabai Ciamis, yakni Kecamatan Sukamantri, lebih meningkatkan penjagaan kawanan kebunnya seiring dengan mahalnya harga cabai. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pencuri yang menjarah salah satu komoditas pertanian tersebut.

Lokasi kebun yang jauh dari permukiman serta minimnya penerangan, mengakibatkan kawasan tersebut menjadi rawan terjadi pencurian. Namun demikian sejak harga cabai, terutama cabai rawit menembus Rp 120.000 di pasaran, di wilayah tersebut belum ada kasus pencurian cabai.

"Sekarang kami lebih sering ronda malam, apalagi saat harga cabai mahal. Banyak pencuri yang mengincar. Sampai saat ini kami belum mendapat laporan atau informasi pencurian cabai," kata Ketua Kelompok Tani Cabai Gunungsari, Kecamatan Sukamantri Iyus, Rabu 11 Januari 2017.

Dia mengungkapkan ronda malam dilakukan bersama dengan petani lainnya. Dengan demikian situasi kebun cabai setiap saat dapat terpantau. Hal itu dilakukan, terutama pada areal yang siap panen.

"Ada pola tanam tersendiri, sehingga setiap hari bisa panen, hanya saja lokasinya berbeda-beda. Selain ada yang siap panen, sebagian lahan juga tanaman sudah berbuah muda, sedangkan lain lain tanaman masih kecil," ujarnya.

Selain cabai, tambah Iyus, sebagian besar anggotanya yang mengelola 30 hektar kebun, sebagian besar menanam cabai besar. Sedangkan cabai rawit tidak begitu banyak. Hal itu disebabkan karena permintaan cabai besar, jenis keriting maupun TW relatif stabil, dibandingkan rawit.

"Sebagian besar tanam cabai besar. Untuk pemasaran tidak hanya di Bandung, akan tetapi juga Jakarta dan sekitarnya," kata Iyus.

Terpisah Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin juga membenarkan petani lebih meningkatkan pengawasan. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pencurian cabai di kebun.

"Ketika harga cabai rawit naik, otomatis rawan terjadi pencurian di kebun. Untuk itu, kami juga lebih intentisf melakukan ronda malam. Lokasi kebun yang jauh dari permukiman dan kurang penerangan, memang rawan, sehingga perlu dijaga," tuturnya.

Pipin yang juga Ketua Klomtan Cabai Karangsari, Kecamatan Sukamantri, mengatakan saat ini areal kebun cabai mencapai 130 hektar, seluas 70 persen ditanami cabai besar dan 30 persen cabai rawit. Dari 16 kelompok tani cabai yang ada di wilayah tersebut, 14 di antaranya menanam cabai besar, jenis cabai keriting dan TW serta tanjung.

"Kami juga mengatur pola tanam, sehingga masa panen juga dapat diatur. Selain tanaman yang memasuki masa panen, juga sudah dipersiapkan tanaman yang siap berbuah, serta baru tanam. Dengan demikian setiap hari bisa panen," kata Pipin.

Sementara itu data di Balai Penyuluhan Sukamantri, tercatat tanaman cabai besar Tahun 2016 seluas 339 hektare, panen seluas 333 hektare. Produksi mencapai 24.915 kwintal, dengan produktivitas 65,81 kwintal per hektare. Sedangkan cabai rawit tahun 2016 seluas 117 hektare, panen seluas 122 hektare. Produksi cabai rawit tahun 2016 mencapai 4.975 kwintal, produktivitas 40,78 kwintal per hektare.

Prediksi panen cabai besar bulan Januari 2017 mencapai 128 hektare dengan produksi sekitar 6.400 kwintal. Sedangkan panen cabai rawit Januari 2017 seluas 16 hektre dengan produksi 480 kwintal. Harga cabai rawit ditingkat petani pada hari Senin 9 Januari mencapai Rp 70.000 per kilogram.***

Baca Juga

Cabai Sudah Semahal Sepasang Sepatu

CIAMIS,(PR).- Harga cabai rawit merah di Ciamis terus merangkak naik hingga menembus Rp 140.000 per kilogram. Diperkirakan tingginya harga komoditas pertanian tersebut bakal berlangsung lama, karena semakin berkurangnya pasokan.

Biarkan Petani Nikmati Keuntungan Naiknya Harga Cabai

CIAMIS, (PR).- Melambungnya harga cabai rawit yang sempat menembus hingga Rp 150.000 per kilogram, membawa berkah tersendiri bagi kalangan petani komoditi pertanian. Akan tetapi di lain sisi, konsumen mengeluh akibat tidak mampu menjangkau harga cabai rawit yang semakin pedas.

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Cabai Layu

CIAMIS,(PR).- Tingginya curah hujan mengakibatkan sekitar tujuh persen tanaman cabai di Kecamatan Sukamantri, yang merupakan sentra cabai Ciamis layu, akibat serangan penyakit antraknosa atau patek. Hingga saat ini petani mengalami kesulitan untuk mengatasi serangan penyakit tersebut.

Populasi Ayam Sentul Stagnan

CIAMIS, (PR).- Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Kabupaten Ciamis belum mampu memenuhi kebutuhan ayam kampung untuk memenuhi pasar. Saat ini Ciamis baru mampu memasok 50.000 ekor ayam per minggu ke wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi.