Jangan Hanya Tangkap Pungli Recehan

Pengukuhan Saber Pungli/AHMAD RAYADIE/PR
TIM Unit Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Sukabumi tengah dikukuhkan Wali Kota Sukabumi Mohammad Muraz, Jumat 23 Desember 2016. Hanya beberapa jam setelah dikukuhkan, 11 oknum pemuda diamankan Tim Saber Pungli setelah memperoleh laporan dari warga.*

SUKABUMI, (PR).- Keberhasilan Satgas Saber Pungli di Kota dan Kabupaten Sukabumi menangkap pelaku pungutan liar dalam serangkaian operasi tangkap tangan (OTT), dikritisi oleh Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) Sukabumi pada Selasa 27 Desember 2016.

Fitra menilai penegakan hukum yang dilakukan Satgas Saber Pungli masih belum optimal. Penanganan yang dilakukan terkesan tebang pilih. Seharusnya, penegakan hukum mampu memutus mata rantai dugaan praktek pungli yang selama ini kerap terjadi di instansi pelayanan publik.

“Kasus penangkapan para retribusi pasar dan juru parkir illegal yang terindikasi pungli sangat perlu dikaji kembali. Apakah tindakan mereka termasuk pungli atau penyalahgunaan penerapan retribusi parkir. Bila memang terjadi seharusnya dikembalikan pada sistem pengawasannya kepada institusi yang berwenang,” kata Manager Program Fitra Sukabumi, Ajat Jatnika.

Menurut Ajat keberadaan Satgas Saber Pungli selain tidak mengabaikan hal-hal kecil, tapi tindakan serupa harus dilakukan pada kasus pungli yang besar. “Saber pungli harus bekerja proporsional sesuai dengan ekspektasi perpres No 87/2016 dan sesuai dengan arahan SK Mendagri No 180/3.935/SJ 2016,” katanya.

Tepisah Wali Kota Sukabumi, Mohammad Muraz mengatakan meminta agar seluruh lapiasan masyarakat tidak hanya mendukung. Tetapi membantu kinerja tim saber pungli. Apalagi keberadaannya, merupakan awal dari merebaknya tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum-oknum tertentu.

“Karena itu, kinerja saber pungli harus dibantu dan didukung sehingga dapat bertugas secara optimal. Keberadaan saber pungli merupakan respon dari berbagai pengaduan warga masyarakat. Terutama berkaitan dengan praktik pungli dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” katanya.

Muraz pun menjelaskan setelah dikukuhkannya tim saber pungli diharapkan dapat meminimalisir oknum-oknum melakukan tindakan tidak terpuji.

“Tim saber pungli harus bergerak cepat sehingga dapat menekan tingkat pungutan liar di kota Sukabumi. Baik lingkungan pegawai maupun di lingkungan masyarakat,” katanya.***

Baca Juga

Jawa Barat Provinsi Terkorup di Indonesia

BANDUNG, (PR).- KPK menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka suap jual beli jabatan serta terkait proyek dan perizinan.

Akibat Buang Sampah Sembarangan, Utju Didenda Rp 99.000

UTJU Lesmana (57) warga Caringin, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin 5 November 2018 hanya bisa terperangah  saat hakim tunggal  memvonis denda sebesar Rp 99.000 dan bayar uang perkara Rp 1.000.