258 Desa di Kuningan Rawan Longsor

PERSONEL BPBD melakukan pemantauan lokasi rawan bencana di Pos Pengendalian Operasi BPBD Kuningan/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Sekitar 258 desa dari 361 desa dan 15 kelurahan yang tersebar di 32 kecamatan di Kuningan dipetakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat sebagai daerah yang berpotensi terkena bencana pergerakan tanah dan longsor.

Bahkan 35 desa di antaranya yang tersebar di 8 kecamatan dipetakan sebagai daerah paling berpotensi terkena bencana tersebut.

Berdasarkan data hasil pemetaan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana di BPBD Kuningan, ke-35 desa yang dinilai paling rentan terkena bencana tersebut terdiri atas Desa Bagunjaya, Situgede, dan Subang di Kecamatan Subang. Kemudian Desa Jabranti, Simpayjaya, Sukasari, dan Tanjungkerta di Kecamatan Karangkancana. Desa Karangbaru, Citundun, Lebakherang, Garajati di Kecamatan Ciwaru.

Desa lainnya yaitu Desa Cijemit, Gunungmanik, Longkewang, dan Pinara di Kecamatan Ciniru. Desa Cikeusal, Cileuya, Mulyajaya, dan Sukajaya di Kecamatan Cimahi. Desa Bungurberes, Cilebak, Cilimusari, Jalatrang, dan Patala di Kecamatan Cilebak.

Kemudian Desa Ciangir, Cibingbin, Cipondok, Sindangjawa, Sukaharja, dan Sukamaju di Kecamatan Cibingbin. Lima desa lagi terdapat di Kecamatan Cibeureum, terdiri atas Desa Cibeureum, Randusari, Sukadana, Sumurwiru, dan Desa Tarikolot.

Potensi bencana pergerakan tanah atau longsor di sejumlah desa tersebut termasuk di desa-desa dalam peta wilayah pergerakan tanah potensi sedang dan dikhawatirkan terjadi pada musim hujan seperti sekarang.

Namun sejauh ini, Pemerintah Daerah Kuningan belum menyatakan daerahnya dalam status siaga darurat bencana.

"Status siaga darurat bencana longsor di Kuningan pada musim hujan sekarang sementara ini baru diterapkan per kasus kejadian bencana seperti ketika terjadi bencana pergerakan tanah di Dusun Ciketug (Desa Pamulihan, Kecamatan Subang)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin, Selasa 11 Oktober 2016.

Namun demikian, menyikapi musim hujan dengan curah hujan tinggi, Pemda Kuningan juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi bencana. Baru-baru ini Pemda Kuningan menyebarkan surat edaran bupati.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kuningan Ayip Sutrisno, didampingi dua orang stafnya Yayat dan Sofyan, menambahkan, menyikapi musim hujan, pihaknya juga telah menyiagakan berbagai keperluan untuk penanganan kedaruratan bencana tersebut di antaranya mempersiapkan logistik, personel, dan sejumlah peralatan untuk membantu gerak cepat penanganan darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.***

You voted 'sedih'.

Baca Juga

Objek Wisata Gunung Ciremai Tak Akan Dikelola Pihak Ketiga

KUNINGAN, (PR).- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menegaskan pengelolaan objek-objek wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak akan di serahkan kepada pengusaha atau pihak ketiga. 

Investor Berebut Kelola Wisata Kuningan

KUNINGAN, (PR).- Kekayaan objek dan potensi wisata alam di Kabupaten Kuningan saat ini banyak dilirik dan diminati investor bermodal besar.

Target 2018, Kuningan Nol Lahan Kritis

KUNINGAN, (PR).- Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan serta mengajak berbagai elemen masyarakat di daerahnya mewujudkan wilayah Kabupaten Kuningan nihil keberadaan