Presiden Minta Upaya Pencarian Korban Bencana Garut Ditingkatkan

Sungai Cimanuk/DEDEN IMAN/PR
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016 lalu.*

JAKARTA,(PR).- Presiden Joko Widodo meminta pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat ditingkatkan. Jokowi juga meminta ada penanganan yang serius agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Artinya, penanganan kerusakan di hulu Sungai Cimanuk dan daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk harus diperbaiki.

Dia memandang tanggap darurat sebenarnya sudah berjalan bagus dan logistik juga melimpah. Apalagi badan search and rescue (SAR) nasional, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga bisa bekerja sama. Namun, upaya pencarian korban masih jadi prioritas.

"Pencarian korban yang sekitar 20 orang kan masih dilakukan oleh basarnas karena ini cukup luas. Jadi memang masih membutuhkan waktu. Presiden sudah meminta basarnas melakukan upaya yang lebih, supaya pencarian korban bisa lebih," kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 26 September 2016.

Upaya tambahan ini, menurut Teten, dilakukan dengan menambah orang untuk pencarian, melibatkan masyarakat, dll. Apalagi pencarian dari sekitar kawasan Sungai Cimanuk hingga ke area Jatigede juga sangat luas. "Jadi presiden memberikan arahan untuk pencarian korban ditingkatkan. Nah, tapi presiden juga memberikan perhatian mengenai penyelesaian jangka panjang supaya banjir seperti di Garut ini tidak terulang lagi," kata Teten.

Selain pemulihan kawasan daerah aliran sungai, kata Teten, kerusakan alam yang ada di hulu sungai juga harus dibereskan. Data kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) menunjukkan 40 persen di hulu sungai itu memang rusak.

"Misalnya kemiringan 45 derajat itu sudah ditanami sayur, ya sudah jadi terjadi erosi," kata Teten.

Untuk mengatasi kerusakan di kawasan hulu sungai ini, Teten mengatakan pemerintah akan mencanangkan langkah-langkah selanjutnya pascatanggap darurat. Kementerian LHK, menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), dan kementerian pertanian akan segera membuat rencana langkah-langkah (action plan) selanjutnya untuk dilakukan bersama memulihkan kawasan itu. Teten mengatakan presiden juga berencana ke Garut setelah tanggap darurat selesai.***

Baca Juga

Tarif Air Naik, Pelanggan PDAM Mengeluh

GARUT, (PR).- Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut menyesalkan terjadinya kenaikan tarif PDAM. Apalagi mereka menilai selama ini mutu pelayanan PDAM Tirta Intan masih sangat buruk.

Minat Warga Garut Jadi Komisioner KPU Tinggi

GARUT, (PR).- Minat warga Garut untuk menjadi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbilang tinggi. Padahal persyaratan untuk bisa mengikuti seleksi calon komisioner KPU ini cukup banyak.