Sopir Bus Agli High Ditetapkan Jadi Tersangka

CIANJUR, (PRLM).- Polres Cianjur akhirnya menetapkan sopir bus pariwisata Agli High Nomor Polisi B 7331 BAA, Masimin (61) warga Kampung Gembor RT 03 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Gembor Kabupaten Tangerang sebagai tersangka atas kejadian tabrakan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan lainya di Jalan Raya Puncak Ciloto Kampung Ciguntang RT 03 RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Minggu (26/7/2015).

Dalam kecelakaan tersebut setidaknya 10 orang mengalami luka-luka. Lima di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) Saudi Arabia.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kanit Laka Iptu Tenda mengungkapkan, penetapan tersangka terhadap sopir bus pariwisata Agli High itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Para saksi tersebut berasal dari warga masyarakat dilokasi kejadian dan sopir kendaraan yang ditabrak bus.

"Hasil pengembangan dari pemeriksaan saksi-saksi itu akhirnya kita tetapkan sopir bus pariwisata sebagai tersangka setelah terpenuhi sejumlah alat bukti. Sopir tersebut merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas terjadinya kecelakaan tabrakan beruntun," kata Tenda, Selasa (28/7/2015).

Sopir bus pariwisata itu akan dijerat dengan pasal 310 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. "Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Karena kami anggap kooperatif, tersangka tidak kami tahan selama proses hukum berjalan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakan beruntun melibatkan 9 kendaraan di Jalan Raya Ciloto Puncak tepatnya di Kampung Ciguntang RT 03/RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Minggu (26/7/2015). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya saja 10 orang mengalami luka-luka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kecelakaan beruntun yang melibatkan 9 kendaraan tersebut bermula dari sebuah bus pariwisata Agli High Nomor Polisi B 7331 BAA yang dikemudikan Masimin (61) warga Kampung Gembor RT 03 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Gembor Kabupaten Tangerang melaju dari arah Bogor menuju Cianjur.

Ketika memasuki tikungan tajam di daerah Jalan Raya Puncak Ciloto diduga rem bus tidak berfungsi dengan baik alias blong. Pengemudi berupaya menguasi kendaraan. Namun saat memasuki tikungan tajam di daerah Ciloto, laju bus sulit dikendalikan dan menabrak mobil kijang Inova Nopol F 1330 BY hingga ringsek. Bus masih terus melaju dan kembali menghantam kendaraan Xenia Nopol B 1082 KKT.

Hingga sekitar satu kilometer dari lokasi tabrakan pertama bus secara berturut turut menghantam kendaraan Angkot Nopol F 1962 YE, Avanza Nopol B 1130 SIE, bus Benteng Jaya Nopol B 7759 IG, Mazda B 1398 WI, Xenia B 1589 WKZ dan bus Benteng Jaya Nopol B 7760 IG persis diatas jembatan Cikondol. Bus nyaris terjun kesungai Cikundul jika tidak menghantam mobil Xenia Nopol B 1589 WKZ.

Kondisi kendaraan semuanya ringsek, paling parah menimpa mobil Xenia B 1589 WKZ yang ditumpangi 5 warga negara asing (WNA) Arab. Kondisi penumpangnya mengalami luka-luka. Bahkan dua penumpang yakni sopir Xenia tersebut dan seorang WNA terjebit bodi kendaraan yang ringsek. Butuh waktu hampir satu jam untuk mengeluarkan korban.

Para korban sebanyak 10 dari kecelakaan beruntun tersebut dilarikan ke RSUD Cimacan untuk menjalani perswatan medis. Dua orang mengalami luka serius, mereka adalah sopir mobil Xenia Hamdani (35) warga Curug RT 1/RW 3 Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor mengalami patah walikat kiri dan luka dibagian kaki kirinya dan Basima Aromah (54) WNA Arab yang mengalami patah kaki paha kiri. Sisanya hanya mengalami luka ringan dan bisa rawat jalan (Bisri Mustofa/A-147)***

Baca Juga