Mobil Xenia Ringsek, Hamdani Masih Trauma

HAMDANI (35) sopir mobil Xenia yang membawa lima orang WNA Arab Saudi terlihat masih trauma atas kecelakaan yang menimpanya. Ia mengalami luka patah walikat kiri dan luka di bagian kaki kirinya.*
BISRI MUSTOFA/PRLM
HAMDANI (35) sopir mobil Xenia yang membawa lima orang WNA Arab Saudi terlihat masih trauma atas kecelakaan yang menimpanya. Ia mengalami luka patah walikat kiri dan luka di bagian kaki kirinya.*
CIANJUR, (PRLM).- Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus pariwisata Agli High Nopol B 7331 BAA dengan delapan kendaraan lainya di Jalan Raya Puncak Ciloto Kampung Ciguntang RT 03 RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Minggu (26/7/2015) sekitar pukul 10 WIB itu membawa trauma tersendiri bagi Hamdani (35) warga Kampung Curug RT 01 RW 03 Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.
 
Betapa tidak, ia yang kala itu menjadi sopir mobil Xenia Nopol B 1082 KKT yang tengah membawa rombongan lima orang WNA Arab Saudi melihat dengan mata kepala sendiri kejadian kecelakaan beruntun yang juga melibatkan kendaraan yang dikemudikannya. Bahkan kendaraanya menjadi bemper terakhir bagi bus Agli High yang diduga mengalami rem blong.
 
"Saya melihat kerasnya benturan kendaraan di belakang saya, satu persatu dihantam bus. Saya sudah punya feeling kalau saya menghindar ke kiri mungkin semua pada meninggal karena kejebur ke sungai. Saya spontan berupaya menghindar ke kanan, tapi ternyata kendaraan yang saya bawa malah ditabrak dan mengalami kerusakan yang paling parah," kata Hamdani saat ditemui di RSUD Cimacan sesaat setelah kejadian.
 
Kondisi kendaraanya ringsek tak berbentuk. Sejumlah penumpang yang ada di dalamnya terjepit bodi kendaraan. Namun tidak ada satupun penumpangnya yang meninggal dunia. Hanya butuh waktu cukup lama untuk mengevakuasi korban yang terjepit bodi kendaraan.
 
"Ini keajaiban yang luar biasa. Saya dan yang lainnya bisa selamat saja merupakan anugrah yang tidak ternilai harganya. Saya benar-benar bersyukur bisa selamat. Karena saya melihat dan mengalami sendiri kerasnya benturan yang menghantam kendaraan yang saya bawa. Pokoknya saya gak bisa membayangkan," katanya.
 
Hamdani mengaku, sebelum berangkat membawa kendaraan Xenia dari sebuah hotel di daerah Cisarua Bogor telah memiliki perasaan yang tidak enak. Saat itu kondisi fisiknya tiba-tiba lemas dan merasa mas. Tapi lantaran majikan yang dibawanya memaksa untuk di antarkan ke Taman Bunga Nusantara di Sukaresmi Cianjur dengan berat hati ia berangkat sambil berharap tidak ada masalah.
 
"Saya sempat bilang ke Babah (majikan arabnya), lebih baik dibatalkan. Tapi lantaran ia memaksa dan yakin tidak ada masalah di jalan, dengan berat hati saya berangkat. Tapi rupanya apa yang saya kawatirkan terjadi juga. Rupanya kecelakaan inilah yang membuat saya selalu was-was dan ragu saat membawa mobil," paparnya.
 
Saat kejadian kendaraan yang dibawanya dalam posisi berhenti mau bersiap menanjak. Tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang arah kendaraanya. "Suaranya sangat keras, satu persatu kendaraan ditabrak dan terakhir kendaraan yang saya bawa. Sepwrtinya sengaja ditabrak, sebab kalau tidak bisa saja bus itu terjun kesungai. Tapi tetap saya bersyukur bisa selamat dari kecelakaan maut itu," kata Hamdani yang masih trauma (Bisri Mustofa/A-147)***

Baca Juga