Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai Luput dari Pantauan Seismograf

PETUGAS Pos Pengamantan Gunungapi Ciremai Dani Hamdani, mengamati dua monitor seismograf digital dan konvensional yang sedang mencatat rekaman aktivitas vulkanik Gunung Ciremai di pos tersebut yang berada di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuni
NURYAMAN/PRLM
PETUGAS Pos Pengamantan Gunungapi Ciremai Dani Hamdani, mengamati dua monitor seismograf digital dan konvensional yang sedang mencatat rekaman aktivitas vulkanik Gunung Ciremai di pos tersebut yang berada di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jumat (27/3/2015). Selama musim hujan sekarang pencatatan aktivitas vulkanik Gunung Ciremai pada malam hari luput terrekam seismograf di pos tersebut karena terganggu faktor cuaca buruk.*

KUNINGAN, (PRLM).-Aktivitas vulkanik Gunung Ciremai pada malam hari, selama musim hujan ini luput terekam seismograf di pos pengamatan gunung api tersebut.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Ciremai Iyus Rushana, Jumat (27/3/2015) menyebutkan hal itu terjadi karena pada musim hujan sekarang kinerja bagian perangkat tersebut sering terhambat faktor cuaca buruk.

Seismograf atau alat pencatat getaran gempa Gunung Ciremai selama ini ditempatkan dan diaktifkan terus menerus di Pos Pengamatan Gunungapi Ciremai di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Alat tersebut bekerja berpasangan dengan satu unit seismometer atau alat pendeteksi getaran gempa yang dipasang di Blok Gunung Masigit, lereng utara Gunung Ciremai pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

Perangkat seismograf dan seismometer itu dilengkapi perangkat radio. Perangkat radio pada unit seismometer bekerja memancarkan sinyal data kegempaan yang terdeteksi seismometer.

Kemudian pancaran sinyal tersebut ditangkap perangkat radio unit seismograf dan secara otomatis langsung dicatat seismograf dalam lembaran kertas data pengamatan.

Kinerja seismograf dan seismometer itu selama ini didukung catu daya listrik dari akumulator seperangkat dengan solar cell (alat penangkap dan pengubah sinar matahari menjadi energi listrik).

Selama musim hujan ini, menurut Iyus, dibenarkan pula petugas pengamat gunung api di pos tersebut Dani Hamdani, energi listrik dari perangkat solar cell pada seismometer di lereng gunung tersebut, selalu minim hanya mampu mengaktifkan perangkat seismometer pada siang hari.

"Masalahanya, selama musim hujan sekarang pancaran sinar matahari yang tertangkap solar cell-nya hampir setiap hari sering terhalang kabut dan awan tebal. Kalau sinar matahari yang tertangkapnya kurang, otomatis voltase energi listrik yang dihasilkan solar cell-nya pun, tidak maksimal," kata Iyus, seraya menyatakan kosongnya pencatatan kegempaan Ciremai malam hari karena hal tersebut, mulai terjadi sejak awal Januari 2015.

Iyus Rushana dan Dani Hamdani yang dihubungi "PRLM" di tempat terpisah, Jumat (27/3/2015) menyebutkan untuk mengatasi masalah tersebut, mereka berdua pada Kamis (26/3/2015) telah berupaya mengganti akumulator perangkat solar cell seismometer dengan akumulator baru kiriman dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Selain itu, dahan-dahan pohon kecil yang daunnya menghalangi arah sinar matahari menembus solar cell, kemarin sekaligus kami tebas. Hasilnya, mulai tadi malam seismograf ini sudah bisa aktif kembali," kata Dani Hamdani, yang sedang mengamati jalannya pencatatan seismograf di pos tersebut, Jumat (27/3/2015) siang.

Ditanya mengenai kondisi terkini aktivitas vulkanik Gunung Ciremai, mereka menyatakan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa Barat itu (3.078 mdpl) yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Kuningan dengan Majalengka itu, terdeteksi pihaknya hingga saat ini masih tetap aktif normal. "Status atau aktivitas vulkanik Gunung Ciremai, tetap masih normal," kata Iyus, meyakinkan.(Nuryaman/A-89)***

Baca Juga

Harga Dinilai Terlalu Rendah, APTRI Tolak Jual Gula ke Bulog

CIREBON, (PR).- Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat menolak untuk menjual gula pasir yang mereka produksi kepada Bulog dengan harga Rp 9.700 per kilogram, mengingat harga tersebut dinilai terlalu rendah.

Literasi Media, Filter Efektif Terpaan Informasi

BANJAR, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), mengatakan penyiaran nasional masih dihadapkan pada lemahnya kesadaran serta kepatuhan lembaga-lembaga penyiaran terhadap ketentuan perilaku penyiaran dan standar program siar

Polisi Tangkap Pejudi Sabung Ayam

DEPOK, (PR).- Tim Buser Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok mencokok lima tersangka ‎perjudian sabung ayam di Kampung Utan,  RT 3 RW 7, Kelurahan Krukut, Kecamatan  Limo.