Jenazah TKW Sudah Dua Tahun Belum Dipulangkan

KERABAT Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal  Dusun Ciligur II RT 10/05 Desa Sindang Mukti , Kecamatan Kutawaluya , Kabupaten Karawang, Uun Maryani yang dikabarkan meninggal dunia sejak dua tahun silam. Pihak kelurag berharap, jenazah Uun dikembalikan ke kampun
DODO RIHANTO/PRLM
KERABAT Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Ciligur II RT 10/05 Desa Sindang Mukti , Kecamatan Kutawaluya , Kabupaten Karawang, Uun Maryani yang dikabarkan meninggal dunia sejak dua tahun silam. Pihak kelurag berharap, jenazah Uun dikembalikan ke kampung halamannya.*

KARAWANG, (PRLM).-Seorang Tenaga Kerja Wanita(TKW) asal Dusun Ciligur II RT 10/05 Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, dikabarkan meninggal dunia sejak dua tahun silam. Namun, hingga kini, jenazah wanita nahas tersebut belum dipulangkan ke kampung halamannya.

TKW tersebut bernama Uun Maryani (37), istri dari Endin Pramulya (42). Uun dilaporkan tewas bersama majikannya dalan sebuah kecelakaan lalu-lintas di wilayah Hayel, Saudi Arabia.

"Kami menerima informasi kematian korban pada tanggal 18 September 2012 dari perwakilan perusahaan yang memberangkatkannya, PT. Duta Perkasa," ujar Endin, di kediamannya, Minggu (23/11).

Namun demikian, lanjut dia, kabar meninggalnya Uun, hingga sekarang masih simpang-siur. Mayat korban belum juga dipulangkan ke Indonesia. "Untuk itu, kami pihak keluarga meminta bantuan pemerintah agar jenazah Uun bisa segara dipulangkan," tutur Endin .

Di tempat yang sama, Windi Pramulya (15). anak pertama korban menyebutkan, pihak keluarga telah kehilangan kontak dengan korban sejak dia berangkat ke tempat panampungan TKW.

Tiba-tiba pihak, PT. Duta Perkasa yang beralamat di Jakarta memberi kabar jika Uun Maryani meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas. "Sejak itu, tidak ada kabar lagi," ujar Widi.

Dikatakan juga, dirinya. sangat berharap pemerintah membantu memulangkan jasad ibunya. "Kematian ibu Uun sangat misterius. Apalagi belum ada barang atau pakaian bekasnya yang dikirim dari Arab. Jangan-jangan ibu bukan meninggal di Arab," kata Widi.

Sementara itu paman korban, H. Saman menyebutkan, asuransi kematian dan gaji keponakannya telah diurus oleh seseorang yang mengaku wartawan. Tapi hingga kini belum ada kejelasan apakah asuransi dan gaji berhasil dicairkan atau tidak.

Bukan hanya itu saja, pihak keluarga telah berkirim surat permohonan kepada Duta Besar RI, Kementerian Luar Negeri RI, BNP2TKI, dan Dinsnakertrans Kabupaten Karawang agar hak-hak korban bisa diterima keluarganya.

Kepala Desa Sindang Muktin Udan Suherman, membenarkan jika salah seroang warganya dilaporkan telah meninggal dunia di luar negeri. Tetapi jenazah korban, sampai saat ini belum juga sampai ke kampung halamannya. (Dodo Rihanto/A-89)***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

10.108 Botol Minuman Keras Dimusnahkan

DEPOK, (PR).- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok memusnahkan 10.108 botol minuman keras di halaman Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Senin 20 Agustus 2018.

Lagi, Praktik Prostitusi Online di Apartemen Depok Terbongkar

DEPOK, (PR).- Kepolisian Resort Kota Depok kembali membongkar praktik prostitusi di salah satu apartemen Kota Depok. Polisi mencokok tiga orang yang diduga menjadi perekrut dan perantara kegiatan prostitusi tersebut.

Kesinambungan Situs Gunung Padang Terancam

SUKABUMI, (PR).- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangat mencemaskan kesinambungan Situs Gunung Padang.

Alternatif Baru Bandung-Subang, Naik Damri via Tol

SUBANG, (PR).- Angkutan umum dari Kabupaten Subang menuju Bandung ada alternatif baru. Jika biasanya harus melalui jalur Lembang, kini menggunakan jalan tol menyusul dioperasikannya bus Damri.