Sejumlah Donatur Bantu Pembangunan Rumah Pintar

BEBERAPA orang pekerja sedang mengangkut bahan material untuk pembangunan Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah yang dirintis guru kalbu Een Sukaesih di Dusun Batukarut RT 01/RW 06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Minggu (28/9/2014).*
ADANG JUKARDI/PRLM
BEBERAPA orang pekerja sedang mengangkut bahan material untuk pembangunan Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah yang dirintis guru kalbu Een Sukaesih di Dusun Batukarut RT 01/RW 06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Minggu (28/9/2014).*

SUMEDANG, (PRLM).- Berbagai bantuan anggaran dari program pemerintah maupun sumbangan para donator, terus mengalir untuk penyelesaian pembangunan Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah yang dirintis guru kalbu Een Sukaesih di Dusun Batukarut RT 01 RW 06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka.

Bantuan anggaran itu, di antaranya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Para donator yang peduli dengan pembangunan rumpin, turut pula menyumbangkan dananya. Seperti halnya sumbangan dari honor para dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Tak ketinggalan, artis kelahiran Sumedang pelantun “Ayat-Ayat Cinta”, Rossa ikut berpartisipasi. Teh Oca, panggilan akrab Rossa, begitu perhatian dan peduli terhadap kemajuan pendidikan anak-anak di rumpin Een Sukaesih. Teh Oca sebelumnya sempat bersilaturahmi dengan Een Sukaesih sekaligus menyaksikan bimbingan belajar para siswa dan melihat langsung pembangunan Rumpin Al-Barokah.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah maupun para donator yang telah membantu serta mendukung pembangunan rumpin ini. Semoga semua amal kebaikannya dibalas pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Dengan berbagai bantuan ini, mudah-mudahan pembangunan rumpin bisa secepatnya selesai,” kata Een Sukaesih di kamar belajarnya di Dusun Batukarut, Cimalaka, Minggu (28/9/2014).

Menurut Een, berbagai bantuan untuk pembangunan Rumpin Al-Barokah, tak hanya berbentuk uang saja, melainkan bahan material bantuan dari para pengusaha. Bahan materialnya khusus yang ada di Cimalaka atau tak perlu memesan dari luar kota, seperti pasir dan batu. Untuk semen, kayu kusen, bata merah, genting, dll., dibeli dan dipesan dari luar kota. “Meski tak membantu semua bahan material, keikhlasan pengusaha membantu pasir dan batu sudah syukur alhamdulillah. Terima kasih banyak atas bantuan dan perhatiannya,” tuturnya.

Pembangunan rumpin yang kini sedang berlangsung, merupakan pembangunan tahap dua. Pembangunan tahap satu sudah selesai dengan membangun pondasi. Bersamaan dengan cairnya anggaran dari Kemendikbud, sumbangan honor para dosen UPI serta artis Rossa, pembangunan rumpin tahap dua akhinya bisa dilaksanakan sejak 20 Agustus lalu. Lokasinya tak jauh dari rumah Een.

“Rumpin ini akan dibangun dua lantai. Namun, saat ini fokus membangun lantai satu dulu disesuaikan dengan ketersediaan anggarannya. Sebab dari kebutuhan anggaran sesuai RAB (rencana anggaran biaya) Rp 700 juta, hingga kini baru tersedia dana sekitar 30 persen. Kalau ada lagi anggaran, baru kita bisa melanjutkan membangun lantai dua. Ya bertahap saja. Mohon dukungan dari semua pihak untuk penyelesaian rumpin ini,” ujar Een

Ditemui di lokasi pembangunan rumpin, pelaksana pekerjaan alias mandor, Aki Obes menyebutkan, denah berikut desain Rumpin Al-Barokah dibuat oleh arsitektur UPI Bandung, Lilis Widaningsih dan Diah Cahyani dari Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan.

Berdasarkan denah yang dibuat, luas bangunan rumpin sekitar 132 meter persegi yang dibangun dua lantai. Di lantai satu, terdapat teras (tempat diskusi), kamar belajar Een Sukaesih, sentra bermain dan pertunjukan, musala, dapur dan toilet. Sementara lantai dua, antara lain ruangan kantor, ruang komputer, sentra buku (perpustakaan) serta kriya (kerajinan lokal).

“Proses pembangunannya, sampai saat ini sudah naik bata atau membangun tembok dinding beberapa ruangan. Saya juga berharap, pembangunan rumpin bisa cepat selesai supaya anak-anak bisa punya tempat belajar yang nyaman,” ujar Aki Obes. (Adang Jukardi/A-147)***

Baca Juga

WARGA mencoba mengakses layanan elektronik, seusai peluncuran Pelayanan Perizinan Terpadu Secara Elektronik, di Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, Jln. Cianjur, Kota Bandung, Kamis (28/5/2015).

Permudah Izin, DPMPTSP Luncurkan Program "Si Teteh"

KARAWANG, (PR).- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, meluncurkan program "Si Teteh" (Sistem Informasi Tepat dalam pelaksanaan, Transparan dalam pelayanan, Efektif dalam proses, dan Handal dalam pengel

RS Intan Barokah Bantah Tahan Bayi karena Biaya Perawatan

KARAWANG, (PR).- Pihak Rumah Sakit Intan Barokah Karawang membantah keras menahan bayi karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya perawatan. Bayi tersebut belum diperbolehkan pulang karena masih dalam kondisi sakit.