RR Fatimah, Putri Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Akhiri Masa Lajang

PUTRI Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Ratu Raja Fatimah bersama sang suami M. Akbar menunjukan buku nikah seusai akad di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kamis (13/3/2014).*
HANDRI HANDRIANSYAH/PRLM
PUTRI Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Ratu Raja Fatimah bersama sang suami M. Akbar menunjukan buku nikah seusai akad di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan, Kamis (13/3/2014).*

CIREBON, (PRLM).- Hujan deras disertai petir dan guntur mengguyur pekarangan Keraton Kasepuhan, Kamis (13/3/2014) siang. Namun di dalam Bangsal Prabayaksa keraton tersebut, suasana khidmat tetap terlihat meskipun para tamu undangan tak jarang terkagetkan suara guntur yang cukup keras. Begitu pula ketika sejumlah lampu temaram dan monitor tiba-tiba padam menyusul sambaran petir.

Dengan tenang, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat tetap mencoba menenangkan situasi lewat pengeras suara. Alhasil, prosesi akad nikah putri akad nikah putri kedua Sultan Arief, Ratu Raja Fatimah pun kembali bisa dilanjutkan.

Sambil memegang tangan kanan calon menantunya M. Akbar, Arief pun dengan lancar dan penuh wibawa melafalkan ijab kabul dalam Bahasa Cirebon yang halus atau dikenal juga dengan istilah “Bebasan”. Begitu pula sang menantu ketika membalas ijab-kabul tersebut, terdengar tanpa kendala sedikitpun.

Setelah pernikahan putra mahkota Pangeran Raja Luqman pada 11 November 2013 lalu, Sultan Arief kembali menggelar pernikahan agung di keratonnya. Tak tanggung-tanggung, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar dan salah seorang tokoh besar Islam, KH Zamhuri pun turut menjadi saksi dalam pernikahan Ratu Raja Fatimah itu.

Dalam pernikahan tersebut, Akbar memberikan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, tiga koin dinar emas dan perhiasan emas seberat 41 gram. “Semua dibayar kontan, karena dalam bahasa Cirebon bukan tunai,” kata Arief sambil tersenyum seusai akad itu dinyatakan sah oleh penghulu.

Fatimah menambahkan, ia dan sang suami berencana akan melaksanakan umrah sebagai bulan madunya. Namun rencana tersebut sepertinya baru bisa dilaksanakan setelah resepsi pernikahan yang akan digelar di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Sabtu (15/3/2014) lusa. (A-178/A-88)***

Baca Juga