• Polisi Geledah Toko di Dayeuhkolot Milik AS Terkait Bom di Kampung Melayu

    Dalam kesehariannya, AS merupakan warga yang tidak terlalu tertutup dengan warga lain. Bahkan AS kerap membantu warga sekitar saat banjir melanda. Lokasi permukiman warga di Kampung Babakan Sangkuriang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai Citarum.

  • Jelang Ramadan, 3.500 Botol Minuman Keras Dimusnahkan

    Sebanyak 3.500 botol minuman keras dimusnahkan. Namun, masih ada kekhawatiran karena alkohol 70 persen banyak beredar di pasaran. Selama Ramadan, tempat hiburan juga ditutup. Organisasi masyarakat juga tidak boleh melakukan sweeping selama bulan Ramadan.

  • Tiga Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu Ditangkap di Jawa Barat

    Polisi menangkap tiga terduga pelaku bom Kampung Melayu, Jakarta. W, A, dan J ditangkap di Jawa Barat (Jabar), Jumat 26 Mei 2017 dini hari. Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan menggeledah kediaman masing-masing.

  • Sebar Toleransi, Khamim Setiawan Berjalan Kaki Menuju Mekkah

    Mochammad Khamim Setiawan, berusia 28 tahun, telah berjalan kaki hampir sembilan bulan lamanya untuk melaksanakan ibadah haji ke Kota Mekkah. Dia berbekal ransel.

  • Persib Bermodal Pertahanan Solid Lawan Bali United

    Selain organisasi pertahanan solid, kondisi internal tim yang saling mendukung juga menjadi bekal krusial bagi Persib. Empat laga tanpa kebobolan menghadapi tim-tim agresif se­perti Arema FC, Persegres Gresik, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, hingga Semen Padang memang menunjukkan kesolidan organsiasi pertahanan Maung Bandung.

TAK malukah kita jika hanya menjadikan Ramadan sebagai momen sambil lalu saja? Padahal, Rasulullah SAW telah menganjurkan kita semua untuk bergembira ketika bertemu bulan Ramadan. Sebab di bulan inilah, pintu-pintu rahmat dan maghfirah terbuka lebar. Maka, mari persiapkan Ramadan sebaik-sebaiknya. Jadikan Ramadan bulan teristimewa untuk meraih kesucian, juga kesempatan bertaqarrub kita kepada Allah SWT.

  Situasi praksis demokrasi  masih diwarnai dengan  jargon-jargon yang penuh rekayasa, khalayalan dan kepalsuan oleh para elite politik, pemodal dan mendapat penguatan birokrat. Di sisi lain, warga Jabar tak lagi memiliki informasi yang memadai dan valid tentang para calon gubernur Jabar, maka perubahan yang signifikan dan makna politik yang sesungguhnya (membangun civil society yang sejahtera dan damai), semakin jauh dari kenyaataan dan harapan

Surat Pembaca

Kolom

PR Info

Epaper Pikiran Rakyat